Dialog Publik Bahas Polemik Jakarta Bersyariah di Hotel Mega Proklamasi

Menaranews, Jakarta – Menanggapi Isu Jakarta Bersyariah, Forum Nasional Jurnalis Indonesia (FNJI) menggelar dialog Publik 100 hari Anis Sandi dengan tema “Benarkah ada Jakarta bersyariah, bagaimana Realisasinya”. (7/2)

Wacana jakarta bersyariah menjadi pro-kontra karena dianggap dapat mencederai nilai nilai kebhinekaan yang ada di Jakarta.

Relawan NU, KH. Taufik Damas beranggapan jakarta bersyariah adalah sistem yang tidak bisa di terapkan di jakarta karna faktor Sosial masyarakat dan politik yang tidak mendukung.

“Sistem syariah yang dilaksanakan dan diterapkan di Provensi aceh tidak akan bisa dan tidak mungkin di terapkan di terapkan di jakarta sebab kondisi sosial masyarakat dan geopolitik di jakarta tidak memungkinkan untuk itu” ungkapnya dalam diskusi yang diselenggarakan di Aula Hotel mega Proklamasi Menteng Jakarta Pusat.

Lain halnya dengan Presidium Alumni 212, Ustadz Aminuddin menilai Jakarta Bersyariah bisa saja di terapkan asal ada kesepahaman di elit pemda DKI

“Saya tidak mempersoalkan jika pemerintah ingin merealisasikan jakarta bersyariah tetapi itu harus ada keselarasan antara DPRD, pemerintah serta masyarakat. Jika ada kesepakatan ayo kita dukung bersama” ungkap Aminuddin.

Pada kesempatan yang sama, Budayawan Geish Chalifah menyampaikan bahwa jakarta bersyariah itu hanyalah Hoax belaka yang disebarkan oleh kelompok kepentingan.

“Berita mengenai Jakarta bersyariah adalah murni Hoax yang berusaha di goreng oleh orang berkepentingan. Yang awalnya di tulis di media sosial Twitter dengan foto yang ada tanda tangan Anisnya dengan tulisan caption jakarta bersyariah. Kemudian media meminta tanggapan kepada FPI persoalan tulisan itu dengan tanggapan yang keliru. Padahal tidak ada bahkan tanda tangan Asli Gubernur pun sangat jauh berbeda dengan tanda tangan yang di upload oleh orang berkepentingan di twitter tersebut” pungkas Geish. (AA)