ADUH! UU MD3 Kembali Ditolak, Kali Ini Giliran Mahasiswa Bersuara..

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Penolakan terhadap Undang-undang MPR, DPR dan DPRD (UU MD3) kembali terjadi dan kali ini giliran mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang yang menyuarakan aspirasi rakyat itu.

Inilah tuntutan yang dilayangkan perwakilan mahasiswa kepada anggota DPRD Jateng:

1. Hapus pasal 122 huruf k tentang kewenangan DPR untuk mengambil langkah hukum terhadap perseorangan atau kelompok yang merendahkan kehormatan DPR dan anggota DPR.

2. Hapus pasal 73 tentang pemanggilan paksa yang dilakukan oleh DPR terhadap perseorangan maupun lembaga menggunakan aparat kepolisian.

3. Revisi pasal 245 tentang penambahan hak MKD dalam memberi pertimbangan terhadap pemanggilan anggota DPR yang terjerat kasus pidana.

4. Agar DPRD Jateng ikut menyuarakan tuntutan penolakan terhadap revisi UU MD3.

Tak hanya itu, mahasiswa yang tergabung dalam Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UIN Walisongo Semarang ini turut menyindir dan mengeskpresikan kesedihan masyarakat atas kewenangan anggota dewan yang dinilai mengekang kebebasan kritik.

“20 tahun reformasi kita tidak ada perubahan, kita hampir kembali pada masa penjajahan Belanda! Jika kalian sebagai mandat rakyat tidak mau dikritisi, hari ini kehormatan kalian kami injak-injak. Kami tidak mau jika anggota dewan tidak mau dikritik, tidak mau diganggu kehormatannya!” lantang salah satu orator di depan Kantor DPRD Jawa Tengah siang ini (23/2).

Sebelumnya, Menkumham Yasonna Laoly mengakui tak melaporkan dinamika pembahasan UU MD3 kepada Presiden Jokowi. Akhirnya, DPR dan pemerintah pun mengesahkan UU MD3 itu tanpa sepengetahuan Jokowi. Yasonna baru melapor ke Jokowi setelah UU MD3 ramai mendapat penolakan dari masyarakat.
(Ar)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!