Perempuan Jadi Motor Pemberantasan Korupsi, Ini Penjelasannya…

MENARAnews, Semarang (Jateng) – “Telah menjadi rahasia umum bahwa korupsi telah mengakar di setiap sendi kehidupan. Perempuan mesti bersatu padu melakukan pengawalan,” kata Dyah Wiro Haswini, Kaukus Perempuan Politik Indonesia.

Pendidikan politik, lanjut dia, harus dilakukan sampai akar rumput. Untuk mencapai itu, menempatkan perempuan menjadi penggerak utama gerakan melawan korupsi adalah sebuah keniscayaan.

“Ibu adalah simbol kepatutan. Baik posisinya sebagai ibu, istri, anak sampai kekasih, harus menjadi representasi kepatutan,” katanya siang ini (31/1) dalam Diskusi Reboan bertema Gerakan “Perempuan Melawan Korupsi di Jawa Tengah” di Posko Tim Relawan Perjuangan Merah Putih Semarang.

“Strata kehidupan bermasyarakat paling bawah adalah keluarga. Nah, yang mampu mengawal kehidupan di keluarga adalah seorang ibu,” tandasnya.

Dia turut mengemukakan contoh perilaku korup di tingkat RT, RW, desa sampai level internasional.

Selai.itu, perwakilan Perempuan Amanat Nasional.Lenny Ratih Augustin menyatakan bahwa penanaman mental anti korupsi harus diawali dari diri sendiri. “Kita harus menanamkan mental pada suami, anak, pacar, saudara, kawan untuk mengatakan tidak pada korupsi,” katanya.

Menurutnya jika perempuan gagal menanam mental anti korupsi, maka kasus korupsi akan semakin menggurita.

Dalam tataran kepemimpinan tingkat provinsi, jika ingin pemerintahan yang bersih dan bermartabat harus ada sosok perempuan.

“Bu Ida tokoh yang tepat sebagai figur itu, tentu bergandeng erat dengan ibu, anak perempuan serta perempuan-perempuan Jateng,” pungkas Lenny. (Ar)

Comments
Loading...