Pembantai Satu Keluarga di Medan Divonis Hukuman Mati

MENARAnews, Medan (Sumut) — Majelis Hakim Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan vonis mati kepada Andi Lala, penjagal satu keluarga di Mabar, Medan.

Saat pembacaan amar putusan, Andi Lala hanya tertunduk. Matanya juga terlihat berkaca-kaca. Hakim persidangan dipimpin oleh Dominggus Silaban.

“Menjatuhkan hukuman terhadap terdakwa Andi Lala alias Andi Matalata dengan pidana mati,” kata Dominggus yang memimpin sidang, Jumat (12/1/2018).

Andi Lala alias Andi Matalata dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana dalam dakwaan alternatif ke-1 primer. Andi Lala juga dinyatakan bersalah atas kasus pembunuhan terhadap Iwan Kakek yang merupakan selingkuhan istrinya di Deli Serdang.

Andi Lala tidak sendiri. Dia bersama dua rekannya Andi Syahputra dan Roni Anggara. Mereka dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Pertimbangan majelis hakim menyatakan tidak mendengar permintaan maaf dari para terdakwa. Mereka seolah tidak menyesal telah menghabisi lima nyawa.

Korban yang berjumlah lima orang itu pun semakin memberatkan vonis Andi Lala. Ditambah satu orang korban yang mengalami luka dan trauma berat.

“Tidak hanya orang dewasa, tetapi  juga terdapat korban anak. Bahkan ada korban Kinara mengalami luka berat dan kehilangan seluruh keluarganya,” papar Dominggus saat membacakan putusan terhadap Roni Anggara dan Andi Syahputra.

Para terdakwa diberi kesempatan untuk memikirkan langkah hukum yang sudah diputuskan.

Hukuman itu hampir persis dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sepanjang sidang Andi Lala hanya tertunduk. Bahkan ketiga terdakwa hanya diam saat sejumlah wartawan menanyai mereka.

Sebelumnya, Andi Lala terbukti membunuh Suherwan alias Iwan Kakek. Pembunuhan itu dilakukan di Jalan Pembangunan II Desa Sekip, Lubuk Pakam, Deli Serdang, pada 12 Juli 2015 sekitar pukul 20.30 WIB. Pembunuhan ini berlatar dendam dan sakit hati karena korban telah meniduri Reni Safitri, istri Andi Lala. Iwan kakek dibunuh oleh Andi Lala dan rekannya Irfan.

Reni telah dijatuhi hukuman 9 tahun penjara, sedangkan Irfan diganjar 11 tahun penjara.

Sementara pembunuhan berencana terhadap satu keluarga di Jalan Mangaan, Mabar, Medan, terjadi pada Minggu 9 April 2017. Pada peristiwa itu, 5 orang tewas dan balita 4 tahun terluka parah. Dalam aksinya, Andi Lala menggunakan besi padat yang sudah disiapkan.

Korban tewas yaitu pasangan suami istri,  Rianto (40) dan Sri Ariyani (40), kedua anak mereka, Syifa Fadilah Naya (13) dan Gilang Laksono (8), serta ibu dari Sri Ariani, Sumarni (60).  Putri bungsu pasangan Rianto dan Sri Ariani, Kinara (4), juga luka berat. (Yug)