Pantai Karangsari Akan Dipihakketigakan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kawasan wisata Pantai Karangsari di Kecamatan Carita, akan dipihakketigakan pada tahun 2018. Pemilihan pantai yang sempat bersengketa itu untuk diambil alih oleh pihak tiga, lantaran dinilai sebagai aset wisata yang memiliki nilai jual paling tinggi.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pandeglang, Salman Sunardi mengatakan, pihaknya sudah mempublis lelang tersebut. Namun sejauh ini belum ada pihak yang berminat untuk mengambil alih.

“Untuk Karangsari dilelangkan yang paling besar dan dinilai urgent. Kemarin masuk Rp300 juta, namun belum ada penawaran dari siapa pun. Sampai saat ini muncul angka Rp266 juta. Namun belum juga ada penawaran,” kata Salman, Jumat (12/1/2018).

Saat ini kata Dia, ada pihak yang sudah mengajukan penawaran, namun angkanya masih di bawah penawaran Pemkab. Akan tetapi apabila sampai batas waktu tidak ada yang mengajukan penawaran sesuai nilai yang ditetapkan, maka Pemkab terpaksa memberi pada pihak yang sudah menawarkan.

“Kalau nanti ada penawaran, bisa langsung. Saat ini yang menawar masih di bawah angka yang ditetapkan. Kalau pun pada akhirnya tidak ada, maka pihak yang sudah menawar itu akan eksekusi langsung,” imbuhnya.

Salman menjelaskan, bentuk kerjasama yang ditawarkan meliputi segala fasilitas yang ada di Karangsari. Pemerintah memberi keleluasaan kepada pemenang untuk mengelola. Hanya saja, Pemkab meminta agar pembayarannya dilakukan di muka.

“Bentuk kerjasama dengan karangsari meliputi parkir dan fasilitas lainnya. Selebihnya akan diserahkan ke pemenang. Namun mereka harus bayar dimuka sebesar Rp266 juta,” beber Salman.

“Kenapa hanya Karangsari? Karena itu yang paling besar. Kalau Cisolong sedang dibuat DED, lagi pula pendapatannya hanya sekitar Rp100 juta,” lanjutnya.

Sementara menyangkut PAD sektor wisata yang diraup selama tahun 2017, diklaim melebihi 100 persen atau lebih dari Rp232 juta rupiah. Nominal itu dihasilkan dari 3 objek wisata, yakni Pantai Karangsari, Cikoromoy, dan pemandian Cisolong.

“Secara keseluruhan, pendapatan dari wisata berjalan lancar. Sedangkan untuk tahun 2018, target PAD ditingkatkan menjadi Rp 600 juta,” tukasnya. (IN)