Nelayan Panimbang Gelar Doa Bersama Protes Larangan Penggunaan Cantrang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Paguyuban Nelayan Cantrang Panimbang menggelar Doa Bersama dalam rangka Aksi Serempak Nelayan yang tergabung dalam Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) meminta kepada Presiden agar melegalkan kembali alat tangkap Cantrang dan Payang secara nasional di TPI Panimbang Jaya, Pandeglang, (8/1/2018).

Kegiatan dipimpin oleh Ketua Paguyuban Nelayan Cantrang Panimbang Nawawi Nurhadi dan diikuti sekitar 100 orang diantaranya Anggota DPRD Pandeglang Komisi II Dadi Rajadi dan Anggota DPRD Pandeglang Komisi I Aariman.

Ketua Paguyuban Nelayan Cantrang Panimbang Nawawi Nurhadi mengatakan, semenjak peraturan tentang cantrang diberlakukan, nelayan Panimbang kebingungan karena mayoritas nelayan pandeglang menggunakan alat tangkap Cantrang.

“Awal tahun 2018, nelayan Panimbang galau, karena Permen KP Nomor 71 Tahun 2016 diberlakukan, apalagi mayoritas nelayan disini menggunakan Cantrang,” ungkapnya.

Sementara itu, anggota DPRD Pandeglang Ariman mengatakan, dengan adanya doa bersama ini, semoga hati Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi menjadi luluh dengan mencabut Permen KP. No. 71 Tahun 2016.

“Kalau tidak dicabut, kita tunggu aja nanti Pemilu 2019,” tegasnya.

Untuk diketahui, aksi melegalkan kembali alat tangkap Cantrang dan Payang secara nasional ini, juga dilakukan dibeberapa daerah lain dengan beragam bentuk, seperti aksi unjuk rasa, long march, mimbar bebas bahkan penggalangan Sejuta Surat untuk Presiden. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!