Portal Berita Online Indonesia

Kepengurusan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Demak Akhirnya Terbentuk

MENARAnews, Demak (Jateng) – Setelah sebelumnya konfercab Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) ditutup karena dead lock, maka selasa 09 Januari 2018, konferensi dilanjutkan kembali.

Diniati dengan kebersamaan, kegiatan tersebut diadadakam kembali, yang pada akhirnya dalam Konferensi tersebut menetapkan Ketua PC ISNU Demak 2018 – 2023 adalah Mat Naim Anwar.

Adapun formatur yang terdiri atas sembilan orang memutuskan, untuk jabatan sekretaris, Ahmad Salim dan bendahara, Ali Maskun.

Setelah dipilih menjadi ketua Naim berjanji akan melakukan pendataan para sarjana NU di Kabupaten Demak yang jumlahnya ribuan.

Kontestasi pemilihan pengurus sudah selesai, dan Naim mengajak kontestan lain yang sebelumnya sempat memanas untuk bergabung bersama sama membesarkan ISNU Demak.

“Kami juga bertekad memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah. Kami ingin memberikan sumbangsih kepada pemerintah daerah dengan kontruksi keilmuan yang kami miliki,” tutur Naim.

Sementara itu menurut sekretaris terpilih A. Salim menegaskan mengenaj pendapatan asli daerah (PAD) yang masih kecil yakni Rp 100 miliar.

“ISNU sebagai badan otonom NU diminta mampu mendata sumber daya manusia (SDM) internal. Bersama ketua terpilih kami berjanji akan memanfaatkan pengurus cabang dan anak cabang yang di Kota Wali ini secara maksimal,” ucap Salim.

Terpisah menurut MH. Ilyas aktivis NU yang juga Ketua IKADIN Kab. Demak ini menyampaikan selamat pada ketua terpilih dan berpesan agar, segmentasi ISNU yang notabene lebih mengutamakan pemikiran, harus harus bisa memberikan kontribusi gagasan dalam rangka meningkatkan taraf pendidikan masyarakat.

“Dengan peningkatan pendidikan, diharapkan dapat membantu mengentaskan warga miskin di Demak yang besarnya mencapai 14,4 persen atau 360.000 orang,” terang Ilyas.

Hal lain yang harus segera dirumuskan diantaranya menyangkut, reorientasi pembangunan utamanya strategi pertumbuhan ekonomi dari sisi percepatan dan pemerataan agar lebih berkualitas.

”Sebab, grassroot dari masyarakat Indonesia itu NU, maka strategi harus diubah agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelas menengah atas saja, tapi masyarakat bawah juga bisa merasakan,” tutup Ilyas yang juga ketua DPK Apindo Demak ini. (Nsn)