Butuh Penjelasan, Peka Kota Undang Perencana DED TBRS Semarang

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Kabar gembira untuk komunitas seniman datang dari Dinas Tata Ruang dan Bappeda Kota Semarang. Rencananya Pemkot Semarang akan membangun kembali Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) dengan fasilitas yang berbeda dari yang ada saat ini.

Presentasi oleh Bappeda Kota Semarang kemarin malam (22/1) di teras Dewan Kesenian Semarang (DekaSe), menjelaskan secara rinci bagaimana konsep pengembangan dan pembangunan TBRS. Dijelaskan pula nantinya TBRS akan menjadi pusat kebudayaan dan ruang kreatif bagi masyarakat Semarang. Sejauh ini sebenarnya Pemkot Semarang telah memberdayakan taman atau Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang ada, tapi nampaknya tak begitu menarik khususnya bagi wisatawan domestik maupun asing.

Kasi Pengendalian Tata Ruang, Dinas Tata Ruang Kota Semarang Transiska Luis Marina menyatakan bahwa untuk tahap I akan dilaksanakan pada tahun 2018. “Rencana akan dimasukkan ke ULP tapi harus ada pembahasan-pembahasan dulu. Dari hasil pertemuan ini sudah ada. Tahap I yaitu akan dibangun Gedung Kinatosabdo yang baru, yang dibongkar kantor pertemuan saja dan UPTD dengan empat lantai. Dana HPS belum disusun. Secara teknis akan masuk di ULP setelah direvisi,” ungkap Siska dalam acara yang diselenggarakan oleh DekaSe itu.

Disamping itu, perwakilan mahasiswa Undip Jurusan Teknik turut menyampaikan, bangunan ini (TBRS) akan kelihatan megah tapi harus ada pertimbangan khusus. Salah satu contohnya gedung wayang orang yang ada saat ini belum representatif bagi komunitas untuk melakukan pentas. “Sejauh ini komunitas hanya bisa melaksanakan pentas satu kali seminggu sedangkan mereka sebenarnya dapat menyelenggarakan seminggu tiga kali,” jelasnya.

Sebelumnya, Adjie, salah satu perwakilan Peka Kota, menyayangkan Pemkot Semarang yang tidak mengundang DekaSe dalam penyampaian rencana pembangunan TBRS yang sebelumnya telah dilaksanakan. “Kami tidak tahu apakah Dinas Tata Ruang lupa atau sengaja tidak mengundang kami, padahal pengembangan TBRS sangat memerlukan saran dari kami, komunitas seniman,” ungkap Adjie. (Ar)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!