Portal Berita Online Indonesia

Belasan OPD Pandeglang Belum Berbasis Teknologi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Rapat Koordinasi mingguan Bupati Pandeglang dengan para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sempat berlangsung tegang, Senin (8/1/2018).

Kepala Dinas Komunikasi, Informasi, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Pandeglang, Yahya Gunawan mengatakan, dari 18 OPD yang telah mengaktifkan website, namun tidak semuanya dikelola dengan baik. Karena dari pendataan pihaknya, ada sejumlah OPD yang melakukan pembaharuan terakhir tahun 2016 silam.

“Bappeda update terakhir tahun 2016. Dinas Perpustakaan tahun 2016, domain belum diganti. Dishub juga terakhir 2016, bahkan domainnya masih menggunakan Dishubkominfo. Malah Dindikbud masih menggunakan blogspot, yang notabene domain gratisan,” beber Yahya usai Rakor di Ruang Pintar Setda Pandeglang.

Kadis menerangkan, pihaknya sudah menekankan semua OPD supaya keberadaan website menjadi kebutuhan, sebagai salah satu media untuk menginformasikan data kepada masyarakat. Kendati demikian, Yahya menyebut beberapa OPD saat ini tengah membangun website. Diharapakan pada akhir April mendatang, semua OPD telah memiliki websiter esmi.

“Pelayanan informasi sudah berjalan, tetapi yang lebih mudah memang menggunakan website. Ini saya tekankan supaya menjadi kebutuhan OPD bahwa website menjadi salah satu media untuk menginformasikan kepada masyarakat perihal data,” katanya.

Lebih dari itu, mantan Camat Pulosari itu pun mengaku akan menerjunkan tim publikasi untuk membantu OPD dalam membangun website. Karena salah satu persoalan lambatnya OPD mengaktifkan situs resminya, karena ketiadaan SDM pengelola website.

“Bupati memberikan deadline bahwa seluruhnya harus selesai di bulan April. Sehingga pada peringatan hari jadi Pandeglang, semua website sudah siap, data sudah terupload dari masing-masing OPD. Jadi website ini harus dimanfaatkan untuk menginformasilan database yang dikola agar bisa diakses masyarakat,” tutup Yahya.

Sementara itu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengatakan, pihaknya geram ketika mengetahui belasan OPD yang hingga kini belum membuat situs resmi instansi yang dikelolanya. Padahal, Pandeglang tengah mengejar kemajuan dari sektor teknologi, menuju Kota Pintar atau Smart City. Terlebih, sejak lima bulan lalu Pandeglang telah meluncurkan proyek Command Center, yang menjadi pusat pengendali informasi, sebagai salah satu indikator Smart City.

Data yang terpampang dilayar Ruang Pintar, baru ada 18 OPD yang sudah mengaktifkan laman resminya. Sedangkan 15 lainnya, belum juga membangun website resmi.

“Masalah ini lebih kepada leadershipnya. Sebetulnya tinggal perintah saja maka bisa berjalan, tetapi tetap dikawal. Sekdis sebagai ketua PPID (Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi), sejatinya harus berjalan,” ungkap Irna.

Bupati mengungkapkan, meski sebagian besar OPD telah mengaktifkan akun Media Sosialnya untuk berinteraksi dan menyampaikan informasi, namun ia memandang bahwa keberadaan situs resmi OPD memiliki peran yang penting.

“Ada memang OPD yang masih memandang websitesebagai media yang tidak begitu penting, merasa tidak ada keuntungan. Padahal website adalah salah satu media yang murah meriah untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” imbuhnya. (IN)