Ratusan Miliar Dana Desa Pandeglang Sudah Ditransfer

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dana Desa (DD) Tahap II sebesar Rp104 miliar telah ditransfer oleh Kementerian Keuangan ke kas Daerah Pemkab Pandeglang. Namun demikian, Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) belum dapat memproses anggaran tersebut.

Soalnya, 326 desa penerima hingga kini belum juga menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dan pengajuan ke BPKD.

Kepala BPKD Pandeglang, Ramadani menuturkan, saat ini baru ada 230 desa yang telah melakukan pengajuan. Artinya, tersisa 90 desa lagi yang belum masih ditunggu laporan dan pengajuannya.

“Anggaran DD Tahap II itu 40 persen dari total DD Tahun 2017 senilai Rp262 miliar. Itu harus disalurkan dalam waktu 1 pekan. Jika tidak, sisa anggaran tersebut akan masuk dalam Silpa kas desa. Tapi itu jadi dasar perhitungan transfer tahun berikutnya. Berarti kinerjanya jelek dan transfer tahun berikutnya akan dikurangi jumlahnya untuk desa yang mempunyai Silpa,” katanya saat ditemui di Gedung Setda Pandeglang, Selasa (12/12/2017).

Karena dia menerangkan, mekanisme penyerapan DD kali ini sama dengan pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 50 Tahun 2017, tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa.

“Kemudian direvisi melalui Peraturan Menkeu Nomor 112 Tahun 2017, tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 50 Tahun 2017. Sama aturan mainnya, jadi kalau ada Silpa ya berarti jadi dasar perhitungan untuk transfer tahun berikutnya. Habisin dulu uang yang ada di desa,” imbuhnya.

Untuk memaksimalkan penyerapan DD Tahap II lanjut Ramadani, maka pihaknya akan mentransfer ke desa yang telah memenuhi persyaratan. Sementara sisanya akan didesak untuk segera menyelesaikan laporan sebelum tanggal 20 Desember 2017.

BPKD akan memerintahkan para Camat untuk membantu menekan kepada desa yang lambat dalam menyelesaikan tugasnya. Kemudian, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan DPMPD untuk memfasilitasi BPKD mencairkan DD Tahap II.

“Meski belum semua desa mengajukan DD Tahap II, kami akan tetap transfer ke desa-desa yang sudah mengajukan dan yang memenuhi syarat dan ketentuan. Yang belum mengajukan, kami akan kejar kepada camat-camatnya dan kepala DPMPD Pandeglang untuk memfasilitasi kita,” jelasnya.

Ramadani berharap setelah ditransfernya DD Tahap II, para Kades yang belum menyelesaikan laporan dan pengajuannya segera memenuhi kewajibannya. Apalagi peringatan soal percepatan penyelesaian admnistrasi pencairan DD Tahap II sudah disampaikan sejak lama.

“Sebetulnya mah mekanisme pelaksanan pembangunan di desa itu sudah berjalan, karena sumber dananya sudah jelas. Jadi ketika DD Tahap II cair, pihak desa langsung bayar. Sepanjang ada dalam anggaran APBDes nya, tinggal dilaksanakan,” pungkasnya. (IN)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!