spot_img

Panwaslu Bakal Awasi Praktik Mahar Politik

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Pandeglang akan mengemban tugas yang semakin berat dalam Pemilu 2019 mendatang. Pada tahun politik itu, Panwaslu akan ikut mengawasi praktik mahar politik yang biasa terjadi kala kontestasi demokrasi berlangsung. 

Ketua Panwaslu Kabupaten Pandeglang, Karsono menjelaskan, bertambahnya peran Panwaslu itu, menyusul ditekennya kerja sama antara Bawaslu RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pencegahan praktik korupsi saat pemilu beberapa waktu lalu.

“Intinya dalam isi kerja sama itu, yakni kedua lembaga sepakat mencegah terjadinya politik traksasional calon dalam Pileg dan Pilpres 2019 dengan partai pengusungnya,” katanya saat ditemui di Kantor Panwaslu Pandeglang, Jumat (8/12/2017).

Karsono menjabarkan, dengan adanya bentuk pencegahan itu, para peserta yang berkompetisi bisa menghindari bentuk mahar politik yang seolah sudah lumrah terjadi. Dengan demikian, calon yang muncul nanti merupakan individu terbaik, bukan berdasarkan hasil transaksi mahar politik.

“Mungkin yang diharapkan, bagi mereka yang berkompetisi nanti, menghasilkan individu terbaik, bukan berdasarkan transaksi untuk menjadi calon seperti mahar politik,” tuturnya.

Bentuk pencegahan yang dilakukan nanti lanjut dia, diantaranya dengan memeriksa jekak rekenin calon maupun partai pengusung. Namun Karsono belum dapat membeberkan lebih lanjut. Lantaran hingga kini, instruksi turunan berupa Juklak Juknis dari Bawaslu RI belum diterima.

“Tracking rekening adalah salah satu item, mungkin item lain ada. Namun sampai saat ini kami belum mendapat Juklak Juknis apa yang harus dilakukan. Tetapi kerangka besarnya adalah untuk mencegah terjadinya politik transaksi pada Pemilu 2019,” sambungnya.

Lebih dari itu, Karsono menegaskan bahwa dengan adanya kesepakatan itu tidak mengurangi konsentrasi Panwaslu dalam mencegah bentuk politik uang ditingkat bawah. Karena bagaimana pun, Panwaslu berpandangan bahwa moneypolitic seperti itu masih menjadi ancaman besar yang dapat merusak pesta demokrasi.

“Politik transaksional ini lebih kepada mahar politik tehadap partai, sedangkan persoalan money politic di bawah tetap menjadi tugas kami untuk mencegah hal itu. Kami sudah sepakat bahwa salah satu target kami, akan konsen terhadap money politik agar jangan sampai pesta demokrasi ini diciderai oleh money politic,” tegas mantan aktivis Anshor itu yakin.

“Saya berharap calon yang akan berkompetisi di tahun 2019 nanti adalah berdasarkan personal yang baik. Mari berkompetisi dengan sportif agar hasil Pemilu bisa berkualitas,” ajaknya mantap. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,041PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles