Portal Berita Online Indonesia

Oknum Staf Desa Masnana Bursel Diduga Manipulasi DD Untuk Beli Speed Boat

MENARAnews, Bursel (Maluku)– Sejumlah Dana Desa (DD) yang digelontorkan pemerintah untuk kepentingan fasilitas umum di Desa Masnana, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), Provinsi Maluku dilaporkan telah dimanipulasi oleh beberapa oknum aparat desa Masnana untuk memperkaya diri.

Proses pengelolaan DD Masnana dinilai tidak transparan dan juga tak mengikuti aturan sebenarnya, bahkan dana-dana yang sedianya dipergunakan untuk keperluan pembangunan prasanara publik serta pengadaan fasilitas umum masyarakat desa setempat ternyata dananya direkayasa oknum staf desa untuk keuntungan pribadi. Akibatnya, pemandangan ini menimbulkan kekesalan warga.

Bahkan mereka meminta pihak Kejaksaan Negeri Namlea segera mengusut dugaan penyimpangan uang negara yang digelontorkan di desa tersebut.

“Contoh nyata, oknum ini memanipulasi pengadaan pembelian sebuah speed boat dengan menggunakan dana desa tahun 2017 senilai Rp110 juta. Sesuai petunjuk harus beli speed boat baru termasuk mesinnya, kenyataannya mereka rekayasa keadaan lalu beli speed boat bekas di Pulau Ambon termasuk mesinnya juga bekas,” ungkap warga Desa Masnana dalam laporannya yang ditujukan kepada media ini, Rabu (6/12/2017).

Sumber yang enggan mempublikasikan namanya ini mengaku geram dengan pemandangan tersebut, sehingga mereka meminta pihak berwenang segera mengendus kasus tersebut. Apalagi saat ini, sarana tersebut tak berfungsi dan dibiarkan tergeletak begitu saja.

“Bagaimana kami tak kesal, dana desa begitu besar dipakai untuk beli sarana itu, tetapi tau-taunya body speed boat dan mesinnya bukan barang baru tapi bekas semua,” kesal warga Masnana tersebut.

Kepala Desa Namrole, Romeldus Nurlatu yang dikonfirmasi sebelumnya, tak banyak berkelit, sembari langsung berterus terang bahwa dia bersama oknum stafnya telah membeli barang bekas, tetapi itu hanya untuk fisik mesin bermerk Yamaha sementara body speed boat masih baru, dimana sarana tersebut rencananya dipergunakan untuk sarana rekreasi umum – pariwisata bagi warga yang tinggal di pesisir pantai itu.

“Yang bekas itu cuma mesin, tetap body speed boat masih baru,” ujar Kades.

Alasan Kades bahwa, mesin tak bisa dibeli baru dan hanya mampu membeli mesin bekas mengingat anggaran yang sedianya untuk membeli mesin baru tak bisa mencukupi, sebab sejumlah dana hanya (Rp20 juta) dari total dana itu telah dipakai untuk melunasi utang Ketua Badan Usaha Desa setempat yang dipinjam pihak desa. (EO/IMA)