Maaf…! Tidak Ada Angkot di Medan Hari Ini

MENARAnews, Medan (Sumut)– Lalu lintas di Kota Medan mendadak sepi dengan aksi saling salip angkutan kota berbagai warna. Para pekerja swasta, PNS dan anak sekolahan terlantar di pinggiran jalan. Tidak ada yang mengangkut mereka. 

Ternyata, angkutan kota di Medan melakukan mogok masal. Informasi yang diperoleh, ada sekitar 8000 angkot yang mogok. Mereka protes dengan keberadaan angkutan online yang makin menjamur di Kota Medan.

Nikita Boru Simanjuntak, siswi SMP Immanuel mengeluh karena tidak ada angkot yang megangkutnya tadi pagi. Alhasil dia mesti berjalan ke sekolahnya di kawasan Sudirman.

“Saya harus berjalan dari daerah Jalan Jamin Ginting dekat RS Siti Hajar. Gak ada angkot. Pesan ojek online juga gak ada,” Kata Nikita, Rabu (13/11/2017).

Dia pun mengaku akan pulang memakai jasa angkutan online jika mogok terus dilakukan sampai sore nanti. Sementara di lapangan terpantau, hampir tidak ada angkutan online yang beroperasi memakai jaket seragam mereka. Untuk taksi online juga beroperasi secara bergerilya.

Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Medan Mont Gomery Munthe menyebut, angkot akan terus melakukan mogok sampai Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi, mengeluarkan kebijakan penghentian operasi transportasi daring.

“Kita ingin tunjukkan sama pemerintah bahwasanya operasional transportasi online ini sudah begitu banyak. Selama ini kan operasional mereka tidak terlihat. Dengan kami berhenti beroperasi, biar pemerintah sadar dengan apa yang selama ini kami hadapi di lapangan,” ungkapnya.

Dia juga mengklaim, ada 8000 angkutan yang ikut dalam aksi mogok. Jalanan yang biasa dilintasi angkutan tampak sangat lengang. Diantaranya adalah Iskandar Muda, Gatsu, dan Jalan Gajah Mada. Namun beberapa angkot tampaknya membandel. Mereka tetap beroperasi.

“Tapi sebenarnya kita sudah meminta agar seluruhnya mogok,”tukasnya.

Pagi tadi, di seputaran Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, sejumlah orang yang diduga pengemudi angkot melakukan sweeping terhadap angkutan online. Dua orang diamankan polisi.

“Kita menjaga di seputar lokasi. Tadi ada dua orang yang diamankan karena melakukan sweeping. Kita juga menurunkan armada untuk membantu mengangkut penumpang,” kata Kapolsek Deli Tua Komisaris Polisi Arifin Marpaung.

Para penumpang setia angkot terbantu dengan mobil polisi yang mengangkut mereka untuk pergi beraktifitas. Wakapolrestabes Medan Ajun Komisaris Besar Polisi Tatan Dirsan Atmaja mengatakan pihaknya menurunkan 300 armada. Terbagi dalam 200 unit roda dua, 50 unit double kabin, 10 unit bus.

Polrestabes juga dibantu kendaraan dari Polda sumut sebanyak 15 unit truk, 35 unit roda dua dan 100 unit mobil lainnya. Semuanya disebar ke beberapa titik konsentrasi penumpang.

“Seluruh personil yang bertugas sudah diperintahkan untuk mengantar ke tempat tujuan, ada yang ke binjai hingga belawan, dan ini bersiap untuk mengantar pulang anak sekolah,” ujar mantan Kapolres Asahan itu.

Polisi akan terus memberikan tumpangan gratis jika aksi tetap berlanjut hingga esok. Karena menurut Tatan, jika angkot terus mogok masyarakat akan dirugikan.

“Kami akan memfasilitasi para pihak baik dari organda dan pemgusaha angkutan umum untuk bisa duduk sama dengan pihak pengambil keputusan. Kami tetap berusaha menyiagakan baik dari personel dari, Polda, Sat Brimob Polda, dari jajaran Polrestabes Medan termasuk armada kita siapkan untuk membantu kelancaran masyarakat untuk berpindah ke tempat lain dengan menggunakan amgkutan umum akan kami fasilitasi dengan kendaraan dinas kami yang ada di Polrestabes Medan maupun di Polda Sumut,” pungkas Tatan.

Sementara itu, Yoseph, warga Kota Medan menyatakan kekecewaan atas aksi mogok yang dilakukan. Menurut dia, seharusnya angkot juga memperbaiki sistem, bukan malah menyalahkan keberadaan angkutan online.
“Harusnya sistem mereka (angkot) diperbaiki. Armadanya dipercantik, lengkapi surat-suratnya,” kata Yoseph.
Tidak hanya itu, Yoseph juga mengatakan, selama ini aparat penegak hukum juga dinilai kurang tegas menindak angkot yang ugal-ugalan di jalan.
“Harus bisa lebih tegas lah. Jangan seolah mereka punya impunitas. Karena yang ugal-ugalan itu sangat membahayakan,” pungkas Yosep. (Yug) 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles