Jelang Natal dan Tahun Baru 2018, Kemendag : Harga Bahan Pokok Di Sumut Terkendali

MENARAnews, Medan (Sumut) — Harga bahan pokok di Sumatera Utara terkendali jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2018. Hal itu disampaikan langsung Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan saat melakukan peninjauan langsung ke Pusat Pasar Tradisional di Kota Medan, Selasa (12/12/2017).

Selain harga yang terkendali, pasokan bahan pokok di Sumatera Utara cukp stabil. Untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) oemerintah memastikan kestabilan pasokan dan harga.

Meski begitu, pihaknya tetap menempuh tiga langkah antisipatif untuk menghadapi HKBN. Pertama mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah. Kedua, mengidentifikasi kesiapan instansi dan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi. Terakhir, melakukan peningkatan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang selundupan, serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan.

“Pemerintah Pusat akan terus berkoordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di seluruh Indonesia untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok (bahan pokok). Ini untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan tenang,” ungkap Kasan.

Per 11 Desember 2017, harga bapok di Medan cenderung stabil. Dibandingkan pada bulan lalu harga masih terbilang fluktuatif.

Data yang dihimpun, harga-harga yang terpantau stabil antara lain, beras medium Rp11 ribu/kg, gula pasir Rp12,7 ribu/kg, minyak goreng curah Rp12 ribu/liter, tepung terigu Rp12 ribu/kg, kedelai impor Rp12 ribu/kg, daging sapi Rp110 ribu/kg, daging ayam ras Rp33ribu/kg dan telur ayam ras Rp32ribu/kg. Cabai rawit merah Rp45 ribu/kg, bawang merah Rp24.000/kg, dan bawang putih Rp24.000/kg.

Sementara itu beberapa komoditas masih fluktuatif. Cabai merah keriting dari harga Rp45ribu/kg turun menjadi Rp35ribu/kg.

Cabai hijau Rp27 ribu mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp22 ribu/kg.

Kemendag mengimbau para distributor bapok di daerah untuk mendaftarkan diri dan melaporkan data pasokan barang. Sesuai dengan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Distribusi Barang Kebutuhan Pokok. Pendaftaran sama sekali tidak dikenakan biaya sama sekali.

“Dengan pelaporan secara rutin, pelaku distribusi ikut berkontribusi menjaga stabilitas harga dan pasokan,” ujarnya.

Pantauan harga di pasar tradisional berbeda dengan beberapa ritel modern lokal. Kemendag masih menemukan ritel yang menjual komoditas tidak sesuai dengan harga eceran tertinggi. (yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles