spot_img

Dana PIP Bantu Siswa Kurang Mampu di SMK Pertanian Pembangunan Ambon

MENARAnews, Ambon– Kepala Sekolah (Kepsek) SMK Pertanian Pembangunan Ambon, Nik Yohanes mengatakan,  dari total 386 siswa yang mengenyam pendidikan di SMK Pertanian Pembangunan Ambon, sebanyak 87 siswa kurang mampu sudah dibantu dengan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang disediakan pihak pemerintah  sementara siswa lainnya akan menyusul sebab masih menunggu proses kelengkapan administratif

“Sekarang  baru 87 siswa yang mendapatkan dana ini dan sisanya dalam proses karena data-datanya belum beres,  namun ini akan diupayakan agar mereka dapat menerimanya,” ujar  Yohanes kepada media ini di ruang kerjanya, Selasa (5/12/2017).

Yohanes mengatakan,  dana PIP yang setiap siswanya dijatahkan  Rp500 ribu itu sedianya diperuntukkan khusus bagi siswa yang kurang mampu untuk menunjang proses pendidikan di lembaga pendidikan menengah kejuruan tersebut.

Kendati demikian, dijelaskan bahwa  setelah pencairan dana ini tak serta merta langsung diberikan secara tunai ke tangan masing-masing siswa untuk dibawa pulang ke rumah namun dana ini ditempatkan dalam buku rekening pribadi milik masing-masing siswa di bank. Selanjutnya buku-buku rekening bank milik siswa tersebut dipegang oleh masing-masing wali kelas. Selanjutnya, apabila siswa bersangkutan memerlukan dana tersebut untuk memenuhi kebutuhan studinya barulah dana itu bisa dikeluarkan. Contohnya seperti membiayai kegiatan Praktek Kerja Industry (Parkerin) atau tugas-tugas kesiswaan lainnya di sekolah.

Kebijakan ini diambil lantaran para siswa yang bersekolah di SMK Pertanian Pembangunan Ambon sebagian besar merupakan anak-anak yang berasal dari kalangan keluarga kurang mampu sehingga  cara ini ditempuh. Tentunya hal ini bukan didasari alasan subjektif sebab sudah dibicarakan bersama dengan pihak komite sekolah serta para orang tua murid dan dewan guru.

“Kita takutkan setelah uang  diberikan  ke  tangan siswa langsung mereka bawa pulang  untuk beli hal-hal yang bukan untuk kebutuhan sekolahnya, seperti membeli sembako dan hal lain. Kan kita tahu dana ini hanya dikhususkan  untuk biaya kebutuhan pendidikan anak-anak tetapi bukan untuk kebutuhan yang lainnya,” tandas Yohanes.

Kepsek murah senyum ini menepis sejumlah tudingan sepihak   oknum tertentu yang dialamatkan ke dirinya bahwa tindakan untuk menyimpan dana milik siswa merupakan hal yang patut dipertanyakan.

“Yang jelas kita lakukan sesuatu itu semuanya ikut aturan. Dan uang untuk siswa itu saya tak berani pegang. Segala hal itu, sebelumnya kita bicarakan dengan pihak komite sekolah dan dewan guru,” tandas Kepsek Yohanes yang mengepalai 70 anggota dewan guru di lembaga pendidikan tersebut. (EO/IMA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles