spot_img

Baru Menang Prapid, Tersangka Pencabulan Siswa SMK di Humbahas Ditangkap (Lagi)

MENARAnews, Humbang Hasundutan (Sumut) — Malang !!!, itulah kata yang mungkin cocok disematkan kepada Kuminser Situmorang. Dia adalah pengusaha pupuk di Desa Siborboran, Kecamatan Sijamapolan, Humbang Hasundutan yang ditahan oleh Polisi karena dituding berbuat cabul terhadap Siswa SMK N 1 Pangaribuan yang tengah Praktek Kerja Lapangan di tempatnya.

Cukup lama Kuminser mendekam di tahanan karena kasus yang menderanya. Badannya kurus, matanya tampak cekung.

Kronologis yang didapat dari tim kuasa hukum, kasus itu berawal saat para Siswa SMK PKL ditempat Kuminser. Selain belajar bercocok tanam, para siswa juga diajari untuk memasarkan pupuk di UD Ardumas miliknya. Setiap malamnya para siswa diajak untuk berjaga secara bergantian di toko yang letaknya satu kilometer dari kediaman Kuminser.

Korban pertama yang mengaku dipaksa menyodomi Kuminser adalah WG (18). Malam itu, Rabu (02/08/2017) sekitar pukul 21.00 WIB, WG mendapat giliran berjaga.

Saat berjaga, WG diminta memijat badan Kuminser di dalam sebuah kamar di toko itu. Tiba-tiba Kuminser malah membuka membuka celananya dan tidur dalam posisi tengkurap. Dia juga membuka celana WG dan langsung ditolak oleh korban. Selanjutnya Kuminser memaksa dengan cara menarik Wiranton.

Tubuh WG pun tepat berada di belakang Kuminser. Korban dipaksa menyodomi tersangka. Kejadian itu berlangsung sampai pukul 24.00 WIB.

Keesokan harinya, WG menceritakan kejadian itu kepada temannya-temannya. Lantaran takut dipecat mereka tetap melanjutkan PKL di sana.

Kejadian yang sama pun terulang, kini giliran RG yang jadi korban. RG yang mendapat giliran berjaga diperlakukan sama oleh Kuminser. Perbuatan cabul itu terus berlanjut pada korban PG, MG, BG dan MP.

Lantas kejadian itu diadukan kepada guru pembina Borbis Nurmarinche Dongoran. Mereka mengaku sudah tidak nyaman PKL di sana karena perlakuan tersangka. Borbis pun menghubungi Jekson Situmorang, anak kandung tersangka.

Jekson pun bertanya kepada para korban tentang kabar tidak sedap soal ayahnya. Para korban pun mengaku kalau ayah Jekson mencabuli mereka.

Tim kuasa hukum menganggap kasus itu mengada-ada. Apalagi bukti yang dicantumkan dianggap belum cukup. Polisi juga dinilai banyak melalaikan prosedur. Misalnya saja, tidak pernah dilakukan visum terhadap korban dan tersangka.

“Karena visum itu seharusnya bisa jadi bukti kuat apakah klien kita bersalah atau tidak,” kata salah satu kuasa hukum Candoro Tua Manik, Jumat (08/12/2017).

Tim hukum langsung mengajukan praperadilan. Sidang prapid digelar pada Rabu (06/12/2017). Hakim Pengadilan Negeri Klas I Tarutung Hendri Tarigan mengabulkan gugatan kuasa hukum dengan berbagai pertimbangan.

Status tersangka Kuminser gugur. Keluarga berkumpul untuk menjemput Kuminser di Lapas Klas II B Humbahas pada Kamis (07/12/2017).

Namun sangat disayangkan, saat putusan Praperadilan itu dikeluarkan dari PN Tarutung, pihak Polres Humbahas belum juga mengeluarkan Kuminser dari Lapas Kelas IIB Humbahas.

“Mereka (Polres Humbahas) seakan memperlama untuk mengeluarkan klien kami atas nama Kuminser. Padahal saya sudah menyertakan salinan Praperadilan dari PN Tarutung untuk mengeluarkan Kuminser dari Lapas tersebut. Padahal surat Praperadilan sudah kami serahkan ke Polres Humbahas sekitar jam 10 pagi. Dan saya langsung ketemu dengan Kanit PPA, Oktavia boru Purba,” ungkap Candoro.

Pihak Polres Humbahas baru mendatangi Lapas sekitar pukul 19.00 WIB bersama keluarga tersangka. Sesampai di Lapas, beberapa petugas Polres Humbahas masuk kedalam Lapas untuk melakukan penjemputan.

Saat keluar dari dalam Lapas, petugas tak bersama Kuminser. Mereka beralasan, Kuminser tidak bisa keluar karena jam kerja Lapas sudah habis. Petugas administratif pun sudah pulang.

Sempat terjadi perdebatan antara petugas Polres dengan kuasa hukum tersangka. Namun sama sekali tak membuat Kuminser keluar dari Lapas. 

Keluarga menjemput Kuminser keesokan harinya. Lagi-lagi, harapan keluarga dan warga untuk berjumpa dengan Kuminser harus pupus. Polisi kembali menangkap Kuminser sesaat setelah bebas dari tahanan. Polisi disebut sebut sudah mendapat laporan baru atas kasus yang sama.
Kericuhan sempat terjadi saat penangkapan. Keluarga berteriak histeris tidak terima Kuminser ditangkap. Kuminser  pingsan saat beberapa polisi menunjukkan surat penangkapan. Kuminser kembali mendekam di balik jeruji.
“Ini sudah kriminalisasi hukum terhadap klien kami, kami akan menempuh langkah hukum baru,” kata Candoro.
Sebelumnya Kapolres Humbahas Ajun Komisaris Besar Polisi Nicolas A Lilipaly mengatakan, Kuminser melakukan tindak pidana pencabulan terhadap enam siswa PKL.

“Hasil dari penyelidikan kita ada enam orang melakukan PKL di tempat terlapor. bahwa pada setiap malam yang bersangkutan diajak untuk tidur di ladang yang bersangkutan. Disitulah kemudian terjadi hal-hal yang melanggar hukum yang berlaku di Indonesia” kata Nicolas saat ditemui disela pengamanan Festifal Danau Toba 2017 di Sipinsur, Humbahas, Kamis, (07/11/2017). (yug)

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles