spot_img

Antusiasme Mahasiswa UIN Lampung Dalam Acara Tabligh Akbar

Menaranews, Lampung – Kagum, itu yang pertama terbersit di benak saya ketika memasuki Gedung Serba Guna (GSG) Lampung. Ribuan mahasiswa berkumpul bersama untuk mendengar tausyiah dalam acara Tabligh Akbar bertema “Menjemput Cinta dan Surga-Mu dengan Al-Qur’an”.(3/12)

 

Sejak pukul 08.00 WIB, pantauan menaranews.com mahasiswa yang didominasi Mahasiswa UIN Raden Inten mulai memadati GSG. Kursi yang mulanya kosong perlahan penuh bahkan banyak peserta yang datang tidak mendapatkan kursi karena penuh.

 

Antusiasme mahasiswa dan mahasiswa UIN Raden inten mungkin karena pembicara yang hadir sangat memikat, yaitu Syekh Muhammad Jaber (Imam Madinah – Hafidz 30 Juz) serta Ust Khamaidi, Lc. (Direktur Sekolah Tinggi Guru Qur’an).

 

Sekitar pukul 09.00 WIB, MC mengambil perhatian peserta, yang menandakan bahwa acara sudah dimulai. Rangkaian acara seperti lantunan ayat suci al-qur’an memenuhi suara di GSG UIN, acara lain seperti pemotongan tumpeng dan foto bersama juga dilakukan, hingga memasuki acara inti yaitu tausyiah.

 

Ust Khamaidi, Lc menjadi pembicara pertama. Ust Khamaidi mengaku senang melihat antusiasme mahasiswa yang hadir dalam kegiatan tabligh akbar ini. Ia juga menilai ramainya mahasiswa yang hadir,  menunjukkan bagwa spirit mahasiswa UIN adalah spirit Al-qur’an.

 

”Tema dalam tabligh akbar ini saya lihat yaitu Menjemput Cinta dan Surga-Mu dengan Al-Qur’an. Tema ini telah menunjukkan bahwa, untuk menjemput cinta dan surga Allah dapat dilakukan dengan bantuan Al-Qur’an. Kenapa bisa begitu? Karena untuk mendapatkan surga dan cinta Allah sudah dijelaskan dengan lengkap di dalam Al-Qur’an,” ungkapnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa segala hal dalam menjalani kehidupan diatur oleh Islam, juga tertera dalam Al-qur’an. Mulai dari perbuatan yang kecil, seperti membuang hajat, sampai dengan amalan wajib seperti shalat dijelaskan.

 

“Sehingga kita sebagai umat Islam sudah sangat mudah. Al-Qur’an dan hadits telah menjelaskan semuanya,” ungkapnya.

 

Moderator mengambil alih kembali acara. Mahasiswa sadar bahwa pembicara selanjutnya Syekh Muhammad Jaber lantas bersorak gembira. Moderator bahkan mengatakan berbicara saja Syekh Muhammad Jaber sudah menenangkan perasaan.

 

Syekh Muhammad Jaber kemudian dipersilahkan untuk menyampaikan tausyiah. Ia menegaskan semakin kita paham Al quran, maka semakin cinta kita kepada Islam, semakin tinggi iman kita, karena kita mengeri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

 

Syekh Muhammad Jaber mengatakan sebuah keutamaan dari majelis ilmu adalah ketika selesai suatu majelis ilmu maka Allah akan memberikan rahmat berupa pengampunan, baik kepada pemberi ilmu maupun kepada penerima ilmu.

 

“Amal yang dilakukan di dunia tanpa adanya iman, maka tidak akan ada gunanya. Islam mengajarkan untuk hidup dengan iman dan amal shaleh, tidak boleh terpisah,” jelas Imam Masjid Madinah.

 

“Umat Islam sangat beruntung karena memiliki Al-qur’an sebagai petunjuk dalam menjalani hidup di dunia, segala urusan didunia telah dijelaskan dalam al-qur’an. Umat Islam, termasuk mahasiswa Islam seperti di UIN harus meningkatkan rasa penasaran terhadap Al-qur’an, sehingga semakin rajin dan semakin sering membaca Al-qur’an” lanjutnya.

 

“Setelah itu dapat naik tingkat, menjadi bukan hanya membaca Al-qur’an, melainkan memahami Al-qur’an, alangkah baiknya jika dapat menjadi hafidz Al-qur’an,”tutup adik kandung dari Syekh Ali Jaber yang terkenal di Indonesia ini.

 

Acara juga diisi dengan dua hafiz cilik (Azam dan Chandra) Darul Qur’an asal Lampung yang menampilkan kelebihannya menghafal Al Quran, kemudian ada Nasyid yang ditampilkan untuk menghibur peserta yang hadir. (AA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,043PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles