Portal Berita Online Indonesia

Terkait Tuberkulosis di Banten, Koordinasi Semua Pihak Dinilai Belum Optimal

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Wasor Program Pengendalian Tuberkulosis Dinas Kesehatan Provinsi Banten Upi Meikawati mengatakan, semua layanan kesehatan di Provinsi Banten wajib melaporkan setiap kasus Tuberkulosis yang ada kepada dinas kesehatan. Namun, pihaknya mengaku hingga saat ini belum terjalin koordinasi yang optimal.

“Untuk itu dibutuhkan pertemuan untuk menjalin kerja sama dan kesepahaman dalam rangka memastikan semua pasien Tuberkulosis di Provinsi Banten berobat sesuai standard,” ujar Upi usai menghadiri kegiatan Komitmen Bersama Dalam Penanggulangan Tuberkulosis (TB) di Kabupaten Pandeglang, (21/11/2017).

Lebih lanjut Upi menambahkan, berdasarkan data yang diperoleh, tercatat sekitar 15.000 orang mengidap penyakit Tuberkulosis termasuk kategori pasien anak dan dewasa.

“Sekitar 100 orang dari data tersebut mengalami tutup usia atau meninggal dunia,” sambungnya.

Ditambahkan Upi, Rumah sakit dan puskesmas diharapkan dapat menemukan penderita Tuberkulosis sedini mungkin, sebanyak mungkin, setepat mungkin, dan menyembuhkan penderita Tuberkulosis.

“Pasien Tuberkulosis yang tidak berobat selama 5 tahun, akan beresiko meninggal dunia, pungkasnya. (IN)