Ribuan Nelayan Pandeglang Belum Miliki Asuransi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Ribuan nelayan di Kabupaten Pandeglang belum memiliki asuransi kecelakaan yang digulirkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Padahal, program itu sudah digulirkan sejak tahun 2016 lalu. 

Dari total 11.000-an nelayan di Pandeglang, baru sekitar 6.782 nelayan yang sudah memiliki kartu asuransi. Sisanya, belum terdaftar sebagai peserta asuransi. 

Kepala Bidang Perikanan Tangkap, Dinas Perikanan Pandeglang, Andriawan menyebutkan, kesadaran nelayan dalam mengasuransikan dirinya masih rendah. Padahal, asuransi itu sangat penting untuk meringankan beban nelayan bila terjadi kecelakaan saat sedang melaut. 

“Nelayan di sini masih ada yang beranggapan bahwa asuransi itu tidak perlu. Jadi mereka masih malas mendaftar sebagai peserta asuransi,” katanya, Selasa (7/11/2017).

Namun demikian, animo nelayan menjadi peserta asuransi selama tahun 2017 mulai meningkat. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang melebihi kuota. Andriawan menyebutkan, tahun ini Pandeglang hanya mendapat kuota asuransi bagi nelayan sebanyak 3.000. Namun sampai saat ini, yang sudah terdata sejumlah 3.313 nelayan. 

“Kuota Pandeglang hanya 3.000. Tetapi sampai saat ini sudah mencapai 3.313. Kekurangan kuota itu, kami dapat dari daerah lain yang tidak terpakai. Jumlah ini terus kami dorong biar semua nelayan punya asuransi,” terangnya.

Sedangkan yang telah memiliki kartu asuransi pada tahun 2016 sebanyak 3.469 nelayan. Adapun nelayan yang sudah mengklaim berjumlah 18 orang. Dirinya berharap agar nelayan yang belum terdaftar, untuk segera membuat kartu asuransi. 

“Adanya program bantuan pemerintah ini dapat membantu masyarakat nelayan. Apalagi nilai bantuan yang diberi tergolong tinggi,” imbuh pria berkacamata itu.

Untuk klaim kematian, nelayan mendapat santunan maksimal senilai Rp200 juta, santunan bagi nelayan yang mengalami kecelakaan sebesar Rp160 juta, cacat tetap Rp100 juta, dan biaya pengobatan maksimal senilai Rp 20 juta.

“Sejak tahun 2017, klaim asuransi ini terbagi dalam 3 kategori umur, yakni usia 17-45 tahun, 46-55 tahun, dan 56-65 tahun. Asuransi itu hanya berlaku selama 1 tahun. Setelah habis, mereka harus memperpanjang,” jelas Andriawan seraya menunjukkan kartu asuransi nelayan berwarna biru. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,034PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles