spot_img

Putusan MK Soal Adminduk Penganut Kepercayaan Dipresiasi Tokoh Parmalim

MENARAnews, Medan (Sumut) — Perjuangan penganut kepercayaan untuk mendapatkan hak mengisi kolom ‘agama’ Administrasi Kependudukan mulai mendapat titik terang.

Mahkamah Konstitusi mengabulkan uji materi Undang-Undang No 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan. Putusan ini memberi hak bagi penghayat kepercayaan mengisi kolom ‘agama’ pada Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP) sesuai kepercayaan masing-masing.

“Ya kita apresiasi itu. Selama ini kan nggak boleh ditulis ada petunjuknya di situ, entah peraturan Mendagri dulu itu, ditulis buka kurung garis tutup, dikosongkan kurang lebih seperti itu. Jadi itu bermasalah bagi instansi lain, mereka mana mengerti itu. Dulu pihak bank yang menolak kalau (kolom agama) tidak diisi,” kata Tokoh Parmalim Monang Naipospos, Selasa (7/11/2017).

Monang berharap langkah itu terus berlanjut dengan implementasi di instansi lainnya. Keputusan MK membuat aliran kepercayaan punya kedudukan hukum yang sama dengan pemeluk agama lain yang diakui pemerintah. Sehingga ada kemudahan dalam pengurusan Adminduk.

Apalagi, di era administrasi berbasis daring saat ini penganut aliran kepercayaan menghadapi banyak kesulitan. Tidak ada kolom isian untuk kepercayaan yang mereka anut. Saat pendaftaran masih manual, pada formulir masih tersedia pilihan “lain-lain” pada kolom “agama”.

Meski sudah diputuskan MK, Monang mengatakan jalan untuk mendapat kesetaraan itu masih sangat panjang.

“Ini baru identitas di KTP dan mungkin administrasi lainnya. Anggaplah sekarang dapat ditulis di KTP, tapi belum bisa masuk polisi atau masuk tentara, karena di sana masih ada peraturan 6 agama. Jadi aplikasinya nanti yang penting. Bukan berarti kita senang-senang. Masih banyak lagi yang harus dilalui,” jelas Monang.

Dari data Aliansi Sumut Bersatu (ASB) ada 5.026 penduduk atau 0,14 persen dari 12.985.075 jiwa penduduk Sumut yang menganut aliran kepercayaan. Diantaranya adalah aliran Parmalim, Ugamo Bangso Batak, Pemena, Habonaro Do Bona, dan lainnya.

Untuk Parmalim, penganutnya tersebar di beberapa kabupaten dan kota seperti Medan, Simalungun, Samosir, Toba Samosir, Tapanuli Utara, dan pusatnya di Huta Tinggi, Laguboti, Kabuten Toba Samosir. (yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,052PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles