Polres Pandeglang Masih Menyelidiki Kasus Pembobolan ATM di Cigadung

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Kasus pembobolan 2 unit Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang terjadi pada Kamis (2/11) lalu, belum menemui titik terang. Pasalnya, pihak Polres Pandeglang melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) masih melakukan penyelidikan.

“Untuk kasus yang di Cigadung itu masih dalam penyelidikan, kita sudah minta soft copy CCTV. Disitu memang kelihatan ada 2 orang pelakunya cuma mereka menggunakan Sebo (penutup wajah, pen). Jadi nanti kita lihat mungkin dari sidik jari yang tertinggal baru nanti kita kembangkan. Tapi untuk titik terang belum ada, tapi kita tetap lakukan penyelidikan,” ungkap Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan.

Ia menambahkan, para pelaku tersebut diduga kuat bukan pertama kali melakukan aksi pembobolan ATM karena sudah handal dalam melakukan aksinya. Hal itu dibuktikan dengan persiapan peralatan yang digunakan seperti las dan obeng.

“Kalau dilihat dari cara mereka bobol ATM, sudah biasa ya karena mereka sudah siapkan las dan segala macam, obeng, dan linggis. Mereka sudah tahu kalau mau membongkar ATM itu menggunakan las. Artinya dia sudah menyiapkannya. Mungkin spesialis ATM ya.

Saat ditanya terkait jumlah kerugian yang dialami masing-masing Bank, pihaknya belum bisa memastikan karena masih dalam proses penghitungan.

“Saya tanya ke Kasat Reskrim, informasinya masih dalam audit,” tutup Kapolres.

Diberitakan sebelumnya mesin 2 mesin ATM disebuah toko waralaba di Jalan Raya Serang-Pandeglang, tepatnya di Kelurahan Cigadung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang, dibobol kawanan maling. Kawanan maling tersebut menjebol atap plafon belakang toko, lalu menggasak uang ratusan juga rupiah. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,036PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles