spot_img

Pengamat Sosial Beberkan Akar Masalah Begal Menjamur di Kota Medan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Maraknya pelaku 3C (Curanmor,Curat dan Curas) membuat Kota Medan menjadi kota yang angker untuk masyarakat dan pengendara sepeda motor. Angka kriminalitas juga semakin tinggi dari hari ke hari.

Pengamat Sosial FISIP USU Yurial Arief Lubis membeberkan apa sebenarnya akar masalah maraknya begal di Kota Medan. Dari kacamata sosial, Yurial beranggapan tingginya angka kriminalitas disebabkan faktor kesejahteraan masyarakat.

“Ini akibat dari kebijakan pemerintah yang tidak pro rakyat. Pemko Medan lepas tangan dengan wacana begal ini. Apalagi angka krimialitas yang tinggi karena tingkat kesejahteraan yang sangat rendah jadi pemicunya,” Kata Yurial dalam diskusi yang digelar oleh Barisan Anti Kriminalitas (Ribak) Kota Medan di LLPM Cikal USU, Kamis (9/11/2017).

Yurial juga bilang, selama ini pemerintah hanya fokus pada pembangunan infrastruktur. Sedangkan untuk kesejahteraan masyarakat sangat minim. Artinya, masyarakat yang miskin memilih menggunakan bermacam cara untuk memenuhi kehidupannya.

Dia pun menanggapi soal tindakan tembak langsung kepada pelaku kriminalitas yang dilakukan polisi belakangan ini. Menurutnya itu hal yang salah dalam perspektif sosial. Apalagi hukum diciptakan untuk kebijaksanaan.

Yurial beranggapan, solusi untuk mengurangi angka kriminalitas di Kota Medan adalah dengan mensejahterakan masyarakat. Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yang pro rakyat.

Setiap tahunnya jumlah penduduk miskin di Kota Medan terus bertambah. Berdasarkan update data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir tahun 2015, kata Yurial, angka kemiskinan Kota Medan 420.208 penduduk.

“Untuk tindakan pencegahan tindak kriminalitas bukan ansih harus dilakukan kepolisian. Pemerintah juga bertanggung jawab. Jangan jadikan polisi ini sebagai tameng,” tandas Yurial.

Sementara itu, Kanit Bintibmas Sat Binmas Polrestabes Medan Ajun Komisaris Torang Niari Sinaga megatakan, angka kriminalitas juga dipicu dari maraknya penyalahgunaan narkoba. Kepolisian sudah melakukan cara pre emtif, preventif dan represif.

Soal tindakan tegas terukur yang dilakukan untuk para pelaku kriminalitas, Torang Niari bilang itu sudah sesuai prosedur. Apalagi para pelaku sampai melukai korban dan sampai menghilangkan nyawa.

“Ini lah pertimbangan dari pihak kepolisian. Apakah ini melanggar HAM atau tidak, Kami melakukan itu pasti sudah menerima pendapat-pendapat dari pihak lain. Kami mendapat banyak masukan,” jelas Torang. (yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles