spot_img

Lagi.. Wabup Pandeglang Sesalkan Pembangunan Infrastruktur Tak Sesuai Kontrak

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban Melakukan Sidak Infrastruktur Jalan di Lingkungan Kawasan Kumuh Kampung Domba Terpadu Kecamatan Karang Tanjung.

Sidak dilakukan dalam rangka pengecekan pengerjaan paving blok dan betonisasi yang dibangun oleh Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Pandeglang melalui pihak ketiga CV Mitra Selaras Utama.

Selain melakukan pemeriksaan jalan, Wakil Bupati juga melakukan pengecekan jembatan penghubung antarkampung. Adapun total keseluruhan pengerjaan jalan dan jembatan sepanjang 2.114 meter yang terdiri dari Betonisasi dengan panjang 314 meter dan Paving Blok sepanjang 1800 meter dengan lebar maksimal 2,5 meter, namun paving blok sementara dalam proses pengerjaan. Kemudian khusus untuk jembatan terdiri dari 2 ukuran yang berbeda yakni 3,8 x 2 meter dan 1,8 x 2,2 meter.

Wakil Bupati Pandeglang Tanto Warsono Arban mengatakan, hasil dari sidak yang dilakukan hari ini cukup mengecewakan. Hal ini dikarenakan pengerjaan proyek yang dilakukan tidak maksimal.

“Hasilnya bisa dilihat lah sama-sama, sangat tidak sesuai dengan harapan kita dan tidak maksimal. Walaupun manual, tetapi kalau campuran betonisasinya sesuai, maka seharusnya hasilnya baik pula. Tetapi lihat kondisinya seperti ini,” ungkapnya, (2/11/2017).

Tanto kemudian mengultimatum Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) selaku pengelola pekerjaan, untuk segera menyelesaikan masalah tersebut. Jika pun harus menempuh adendum, ia minta agar kualitas menjadi perhatian utama.

“Saya serahkan ke Perkim (DPKPP, red) bagaimana solusinya dengan sisa waktu 10 hari. Sementara tadi kita lihat ada beberapa pekerjaan yang kemungkinan baru bisa selesai awal Desember. Kita tunggu dari Perkim tindak lanjutnya seperti apa. Jikapun ada adendum, silakan saja yang penting permintaan saya dari hasil sidak harus bisa dipenuhi saat proses serah terima,” tambahnya.

Sementara itu, pelaksana pengerjaan proyek dari CV Mitra Selaras Utama Toton mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas terkait untuk penyelesaian pekerjaan, dan pihaknya juga tidak akan mengambil adendum karena optimis pengerjaan akan selesai tepat waktu.

“Kami akan koordinasi dengan dinas agar bisa diselesaikan. Kami yakin selesai tepat waktu. Jadi kami berupaya tidak lakukan adendum,” imbuhnya.

Untuk diketahui nilai kontrak proyek tersebut hampir mencapai 9 ratus juta rupiah, dengan waktu pelaksanaan 13 Juli hingga 9 November 2017 atau 120 hari kalender. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles