spot_img

Kejar Adipura, Pemkab Demak Galakkan Kerja Bakti

MENARAnews, Demak (Jateng) – Dalam rangka meraih penghargaan Adipura, berbagai upaya telah dilakukan, termasuk mengangkat nilai komponen TPA Kalikondang yang hanya 68,11. Salah satunya dengan dibangun IPAL LINDI sehingga dapat menambah nilai di poin ini. Tak hanya itu saja, kebersihan pasar dan pertokoan juga harus ditingkatkan. Mengingat tiga komponen tersebut meraih nilai lebih rendah dibanding dengan komponen yang lain. Idealnya setiap komponen minimal nilainya sebesar 75,00.

Pengelolaan kebersihan Pasar juga telah diupayakan lebih baik sehingga nilai di poin ini juga diharapkan bisa meningkat. Saya berharap selepas kegiatan ini ada langkah nyata untuk memperbaiki beberapa komponen yang kurang. Sehingga tahun depan Kabupaten Demak dapat meraih piala adipura.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Demak Drs. Joko Sutanto saat membuka evaluasi Adipura dan Penilaian Adipura Pertama di Pendopo Kabupaten Demak, Senin (20/11).

“Selain itu, kerja bhakti secara rutin setiap hari jum’at serta melakukan penataan PKL di beberapa tempat. Namun, apa yang dilakukan tentunya tidak akan meraih hasil yang maksimal jika tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat”, jelas Joko.

Ia menghimbau kepada seluruh peserta untuk dapat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan. Karena satu sampah sejuta masalah. Artinya, jika tidak dikelola dengan baik, maka sampah yang dihasilkan dapat mendatangkan masalah. Sebaliknya, jika sampah dikelola dan dipilah sesuai dengan jenisnya, maka sampah akan mendatangkan berkah.

“Melalui pengelolaan bank sampah, sampah yang dikelola dapat menghasilkan rupiah. Maka, jika banyak bank sampah, permasalahan sampah di Kabupaten Demak dapat teratasi”, tuturnya.

Menurutnya, sistem manajemen persampahan yang dikembangkan harus merupakan sistem manajemen yang berbasis pada masyarakat yang dimulai dari pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

“Tentu saja hal ini harus didukung dengan adanya penyediaan sarana dan prasarana pendukung yang nantinya akan mampu mempercepat proses perubahan pola pikir masyarakat dari membuang menjadi memanfaatkan. Sehingga pendekatan pengelolaan sampah harus diubah dari cost centre menjadi profit centre”, ungkapnya.

Di akhir sambutannya, ia menegaskan bahwa pada tahun 2018, penghargaan adipura harus ditangan bagaimanapun caranya.

Sementara Kepala dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Demak Agus Musyafak, M.Si. menyampaikan kegiatan evaluasi yang diikuti oleh 100 orang ini dimaksudkan untuk mengetahui hambatan atau kendala dalam pelaksanaan adipura 2016, mempersiapkan pelaksanaan adipura berikutnya pada penilaian pertama yang akan dilaksanaakn dalam waktu dekat.

Turut hadir dalam acara tersebut Forkopimda Kabupaten Demak, Sekda Singgih Setyono, Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, Kepala Sekolah adiwiyata, Ketua BUMD, Ketua TP PKK, Pengelola Bank sampah. (Spn)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,045PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles