Portal Berita Online Indonesia

FRI- West Papua : Pemerintah Telah Sebarkan Berita Hoax

Menaranews, Jakarta – Juru Bicara Front Rakyat Indonesia Untuk West Papua (FRI-WP) Surya Anta menuturkan bahwa meningkatnya konflik di Timika Papua Barat, disebabkan karena masalah Freeport dan NKRI yang merupakan akar permasalahan konflik di Papua.

“Freeport yang telah beroperasi tiga tahun sebelum West Papua resmi menjadi bagian dari NKRI dalam PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) pada Agustus tahun 1969 yang penuh tipu daya, kepalsuan, dan ancaman, telah mengeruk kekayaan alam yang begitu besar dengan meninggalkan kemiskinan maupun kerusakan alam ditanah Papua selama 50 tahun ini,” kata Surya dalam Konfrensi Pers di LBH Menteng Jakarta Pusat, Selasa (14/11).

Selain itu ungkap Surya, secara negatif Pemerintah beserta aparat Kepolisian dan Tentara telah merespon peningkatan eskalasi konflik dengan menggunakan istilah KKB (Kelompok Kriminal Bersenjata) terhadap para pejuang pembebasan Papua Barat yang tergabung dalam TPN-PB.

“Penggunaan kata “Kriminal” bermakna merendahkan tujuan perjuangan mereka dan mengaburkan akar masalah di West Papua yang menjadi dasar perjuangan mereka,” katanya.

Tak berhenti disitu, kara Surya bahwa aparat militer dan Kepolisian NKRI jelas menyebarkan berita hoax terhadap TPN-PB.

“Dengan menyebarkan berita bahwa TPN telah melakukan pemerkosaan, pembunuhan terhadap warga, perampokan dan penyaderaan,” ungkapnya.

“Apabila kita membaca beberapa media yang melakukan interview terhadap juru bicara TPN-PB Kodap III Timika dan video klarifikasi dari pihak TPN-PB maupun terhadap warga Banti dan Buruh Freeport jelas dinyatakan tidak ada penyanderaan dan pembunuhan terhadap warga dan Buruh Freeport,” pungkasnya. (MR)