Portal Berita Online Indonesia

Entaskan Perilaku BABS, Pemkab Pandeglang Akan Bangun 1000 Jambanisasi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-53, Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Dinas Kesehatan menggelar berbagai kegiatan seperti senam bersama, festival buah dan sayur serta makan buah bersama yang dipusatkan di Alun-alun Pandeglang.

Dalam momen HKN ke-53, Bupati Pandeglang Irna Narulita menegaskan akan membangun 1000 jambanisasi pada tahun 2018 mendatang. Hal itu dilakukan untuk mewujudkan program kerjanya berupa rumah Sehat menuju keluarga sejahtera. Irna menyadari, saat ini masih banyak warganya yang melakukan aktivitas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

“Nantinya, 1.000 jambanisasi itu akan disebar kebeberapa wilayah, khususnya wilayah pesisir dan kantung-kantung kemiskinan. Biar nanti mereka tidak BAB sembarangan lagi,” (14/11/2017).

Menurut Irna, untuk mensukseskan hal itu, Pemkab akan melibatkan berbagai instansi terkait seperti DPUPR dan Dinas Kesehatan. Selain membangun jambanisasi, upaya untuk merealisasikan salah satu visi misinya itu, Irna terus mengimbau masyarakat untuk senantiasa menerapkan perilaku hidup sehat dan mengkonsumsi makanan yang bergizi.

“Pola makan dijaga, pentingkan makanan 4 sehat 5 sempurna,” imbuhnya.

Ia menambahkan, nantinya tenaga kesehatan juga diminta untuk tidak lagi mengandalkan tindakan kuratif dan rehabilitatif, melainkan lebih mengutamakan pencegahan yang bersifat preventif. Karena bupati wanita pertama di Pandeglang itu menilai, dengan kondisi masyarakat yang sehat maka akan menghasilkan SDM yang produktif.

“Kami butuh SDM yang sehat agar lebih produktif. Jika masyarakat banyak menyandang penyakit, akan menjadi beban pemerintah dan masyarakat. Maka ke depannya, tindakan kesehatan lebih pada pencegahan yang kami utamakan dengan preventif,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Didi Mulyadi menuturkan, saat ini, sudah 50 persen hunian di Pandeglang memiliki kriteria sebagai rumah sehat. Dinkes menargetkan pada tahun depan, dapat menekan angka rumah yang belum sehat hingga 15 persen.

“Tahun 2018, kami target 65 persen rumah tangga di Pandeglang tergolong sebagai rumah sehat. Dengan segala keterbatasan, kami akan bertahap yang penting ada progres,” tuturnya.

Didi menjelaskan, kriteria rumah sehat bukan hanya sebatas jambanisasi, tetapi harus layak untuk lantailisasi dan ventilasi udara. Karena indikator keluarga sehat, diantaranya memastikan keluarga paham mengenai Keluarga Berencana, memberi bayi ASI ekslusif, dan memiliki sanitasi yang baik.

“Dinkes dituntut segera merealisasikan untuk mewujudkan rumah sehat dan sejahtera sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Karena salah satu persoalan saat ini dibidang kesehatan yakni keteraksesan masyarakat mendapat pelayanan,” pungkasnya. (IN)