spot_img

Bantuan Pondok Pesantren Harus Prioritaskan Pembangunan Salafi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten akan mengalokasikan bantuan senilai Rp65 miliar untuk pembangunan 3.264 Pondok Pesantren yang ada di Banten. Masing-masing Pondok Pesantren, akan menerima bantuan sebesar Rp20 juta rupiah.

Menyikapi hal tersebut, Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Pandeglang menyambut baik kebijakan Pemprov. Hanya saja, FSPP mengingatkan agar Pemprov agar memprioritaskan bantuan bagi pembangunan di pesantren salafi.

“Karena kami tidak mau Pondok Pesantren keberadaannya, seperti saat ini. Terutama yang salafi. Fasilitasnya harus dioerhatikan. Karena yang dilihat saat ini, salafi terkesan kumuh. Padahal banyak ukama besar lahir dari salafi,” pesan Ketua FSPP Pandeglang, Abdul Azis, Senin (27/11/2017).

Selain untuk sarana dan pra sarana di pesantren salafi, Azis juga mendorong agar bantuan itu nantinya bisa memperbaiki sistem pendidikan yang ada di pesantren.

“Kami masih menunggu juklak juknis dari Pemprov. Tetapi kami memandang bahwa yang harus dilakukan dari bantuan, terkait perubahan sistem Pondok Pesantren. Tapi bukan untuk menghilangkan kemandirian pesantren. Jadi sistemnya harus sesuai dengan program pemerintah,” sebutnya.

Lebih dari itu, Azis pun berpesan agar Pemprov selektif dalam menyalurkan bantuan supaya tepat sasaran. Soalnya, ia mengkhawatirkan adanya pesantren fiktif yang justru mendapat bantuan.

“Kami dari kalangan Pondok Pesantren menyambut baik wacana bantuan yang disalurkan. Namun harus selektif, tidak asal comot pesantren. Harus tepat sasaran. Jangan sampai ada pesantren yang fiktif mendapat bantuan,” katanya.

Oleh sebab itu, FSPP Pandeglang akan mengambil peran dalam menentukan pesantren yang layak menerima bantuan. Khsususnya di Pandeglang, Azis mencatat ada sekitar 800 Pondok Pesantren yang didata oleh FSPP. Namun, jika ditotal dengan lembaga lain yang belum tercatat, diperkirakan ada 1.800an pesantren di Pandeglang.

“FSPP mencatat ada 800 pesantren di Pandeglang yang sudah didata. Namun jika dilihat di lapangan, bisa mencapai 1.800. Memang ada pesantren yang belum memenuhi syarat administrasi seperti akta notaris. Didominasi oleh pesantren salafi,” terangnya.

Dalam waktu dekat lanjut Azis, FSPP akan mendata Pondok Pesantren mana saja yang layak mendapat bantuan. Nantinya, data itu harus menjadi acuan bagi Pemprov dalam menggelontorkan bantuan.

“Kami akan ikut intervensi dalam proses pencairan. Karena leading sectornya ada di FSPP. Data pesantren yang mendapat bantuan harus berdasarkan pendataan yang diajukan oleh FSPP kabupaten kota. Karena nanti dari awal pencairan hingga pertanggungjawaban ada di FSPP,” jelasnya. (IN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,042PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles