spot_img

246 ORANG ANGGOTA PPK DAN PPS SE-KOTA BENGKULU, DILANTIK

MENARAnews, Bengkulu – Tingkatan bawah sebagai penyelenggara Pemilihan Umum (Pemilu) yakni Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS), yang hari ini (11/11/2017) dilantik oleh KPU Kota Bengkulu sekaligus diambil sumpahnya di Hall Bencoolen 1 Hotel Nala Sea Side Kota Bengkulu, untuk kepentingan pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Walikota-Wakil Walikota Bengkulu serentak tahun 2018.

Bukan hanya dilantik dan diambil sumpahnya saja, tetapi anggota PPK dan PPS yang dilantik juga harus menandatangai pernyataan bahwa sebagai penyelenggara, pihaknya harus berdiri secara independen tanpa pengaruh dari keberpihakan dari peserta ataupun pihak lainnya di kancah Pilwakot Bengkulu 2018 sesuai dengan aturan yang ada.

Di kesempatan ini, Ketua KPU Kota Bengkulu, Darlinsyah, S.Pd., M.Si., mengatakan, “Pelantikan dan pengambilan sumpah bagi PPK dan PPS ini, adalah salah satu rentetan tes terbuka yang telah dilaksanakan sebelumnya, yang menjaring 246 prang terpilih yakni 45 orang PPK di 9 Kecamatan dan 201 orang PPS untuk 67 Kelurahan di Kota Bengkulu.” paparnya.

Pelantikan PPK dan PPS didasari UU nomor 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah.

“Rujukan utama yang dijadikan dasar pelantikan unu yakni UU no 10 tahun 2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah, dimana kita pastikan bahwa anggota yang terpilih memiliki integritas tinggi dan rekam jejak yang baik. Hal ini kami kaji bersamaan dengan seleksi yang telah dilakukan” jelas Darlin.

PPK dan PPS akan bekerja sebagai ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena dalam waktu dekat akan dilakukan pendaftaran dan verifikasi untuk calon independen, terlebih akan ada perpotongan waktu dengan pentahapan Pemilu Presiden dan Pemilihan Legeslatif 2019.

KPU Kota Bengkulu secara aktif akan mengawasi dan menilai kinerja PPK dan PPS yang sudah dilantik ini, terutama sikap sebagai pennyelenggara untuk memfasilitasi kontestan yang akan bertarung dalam Pilwakot mendatang.

Darlin menambahkan, “harus selalu ditekankan behwa PPK dan PPS tidak boleh sedikitpun memihak kepada calon ataupun kontestan dalam Pilwakot mendatang, kami sudah mengantisipasi bahwa on the track PPK dan PPS yang baik, akan menghasilkan Pemimpin yang berkualitas di pesta Demokrasi mendatang.”

“Dari awal pelaksanaan seleksi, kami memegang komitmen bahwa jika terdapat PPK dan PPS yang memiliki integritas yang buruk dan rekam jejak buruk, tanpa  toleransi langsung kami coret.” tegas Darlin.

“Masyarakat juga akan dilibatkan untuk ikut mengawasi, dan menilai langsung jika terdapat kinerja dari PPK dan PPS yang dinilai buruk” tambah pria kelahiran Pagar Alam tersebut.

Di Lain hal, KPU Kota Bengkulu dalam melakukan seleksi juga tidak memandang latar belakang pekerjaan dari anggota PPK dan PPS yang ada, penilaian terhadap pemahaman dan pengetahuan tentang kepemiluan menjadi prioritas penilaian.

“Kami tidak memandang background pekerjaan masing-masing PPK PPS terpilih. Mereka memiliki integritas baik, memiliki rekam jejak yang bagus, serta dapat memahami dan memiliki pengetahuan tentang kepemiluan menjadi pertimbangan utama kami.” ujarnya.

Darlin menambahkan bahwa KPU tidak melihat latar belakang profesi mereka, “kami tidak melihat latar belakang profesi mereka, mereka memang memiliki beragam profesi. Yang kita harapkan adanya khasanah kemajemukan ini menjadi potensi kekuatan tersendiri, termasuk dari pengetahuan-pengetahuan mereka yang nantinya dapat diaplikasikan dalam Pilwakot Bengkulu 2018.” tutup Darlin. (AN)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,050PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles