http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

September 2017, Palangka Raya dan Sampit Kembali Alami Deflasi

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Indeks Harga Konsumen (IHK) di Kota Palangka Raya kembali mengalami deflasi yakni sebesar 0,24 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 127,09 di Agustus 2017 menjadi 126,78 di September 2017. Sedangkan untuk Laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,78 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,94 persen. Deflasi tersebut didominasi oleh merosotnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,49 persen. Sementara itu, indeks harga kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya.

Sedangkan IHK untuk Kota Sampit pada bulan yang sama juga terjadi deflasi sebesar 0,28 persen atau mengalami penurunan indeks harga dari 130,19 di Agustus 2017 menjadi 129,82 di September 2017. Untuk laju inflasi tahun kalender 2017 tercatat 2,23 persen dengan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 3,59 persen. Deflasi di Kota Sampit terutama dipengaruhi oleh menurunnya indeks harga kelompok pengeluaran bahan makanan 1,61 persen, sandang 0,11 persen, dan kesehatan 0,08 persen. Sementara itu, indeks harga kelompok pengeluaran lainnya mengalami kenaikan indeks antara 0,16 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik Kalteng Hanif Yahya kepada sejumlah awak media, Senin (02/10) di Palangka Raya, bahwa dari sepuluh jenis komoditas/jasa utama yang mempengaruhi tingkat inflasi atau deflasi, andil yang cukup tinggi sebagai pendorong tingkat inflasi didominasi oleh pengeluaran rumah tangga untuk pembelian garam 0,06 persen. Disusul ikan layang 0,04 persen. Sedangkan beberapa komoditas yang memiliki andil terhadap terjadinya deflasi berasal dari komoditas daging ayam ras 0,20 persen, bawang merah 0,06 persen dan anggur 0,05 persen.

Hanif menjelaskan, laju inflasi tahun kalender hingga September 2017, didominasi oleh lonjakan kenaikan indeks harga kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 9,15 persen.

“Serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan (3,48 persen). Sementara itu, inflasi tahun ke tahun sebesar 3,94 persen, juga dipengaruhi tingginya perubahan indeks harga kelompok pengeluaran rumah tangga antara lain perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 9,93 persen, serta transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan 4,71 persen. Untuk kenaikan IHK pengeluaran lainya masing-masing dibawah 3,00 persen,” jelasnya.

Dirinya juga menginformasikan, perbandingan Inflasi/Deflasi Kota IHK di Wilayah Kalimantan dari sembilan kota IHK di wilayah Kalimantan selama September 2017, terdapat empat kota mengalami inflasi, yakni Kota Singkawang 0,71 persen, Pontianak 0,24 persen, Balikpapan 0,20 persen, dan Banjarmasin 0,11 persen.

“Sedangkan lima Kota IHK lainnya  yang mengalami deflasi, yaitu Kota Samarinda 0,17 persen, Palangka Raya 0,24 persen, Tarakan 0,24 persen, Sampit 0,28 persen, dan Tanjung 0,62 persen. Indeks harga yang cukup tinggi terjadi di hampir seluruh kota IHK, bahkan di Kota Pontianak yang mencapai 140,14. Dibandingkan kota lainnya di wilayah Kalimantan,” paparnya menambahakan.

Di samping itu lebih dalam lagi dijelaskannya, indeks harga di Kota Palangka Raya dan Sampit relatif rendah dengan capaian indeks di bawah 130,00. Laju inflasi tahun kalender di seluruh kota di wilayah Kalimantan berada di atas 2,00 persen, kecuali Balikpapan dan Tanjung yang masing-masing sebesar 1,47 persen dan 1,14 persen.

Adapun tingkat inflasi tahun ke tahun yang cukup tinggi terjadi di Kota Singkawang 5,03 persen, Pontianak 4,63 persen, Samarinda 4,31 persen, dan Banjarmasin 4,10 persen. Sedangkan di beberapa kota lainnya masing-masing di bawah dari 4,00 persen.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,433PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.