http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Protes Pungli di Belawan, Puluhan Truk Gandeng Geruduk DPRD Sumut

MENARAnews, Medan (Sumut) — Gedung DPRD Sumatera Utara digeruduk puluhan truk gandeng yang melakukan konvoi dari belawan. Puluhan truk itu adalah milik pengusaha yang tergabung dalam Organisasi Angkutan Darat (Organda) Sumut.

Mereka datang ke gedung wakil rakyat untuk menyampaikan protes terhadap pungutan liar yang diduga dilakukan PT Kawasan Industri Medan (KIM) II Belawan. Menurut Ketua Organda Sumut Haposan Sialagan pungli itu dilakukan sejak Juli 2017. Kedoknya adalah pungutan untuk ‘pass masuk’ yang diberlakukan oleh PT KIM di KIM II Belawan.

“Ini sudah terjadi sejak tahun 2015, tapi waktu itu dihentikan. PT KIM waktu itu berjanji tidak akan melakukan kutipan seperti itu lagi sebelum ada kesepakatan dengan Organda. Tapi nyatanya sejak Juli 2017 kemarin, kutipan serupa terjadi lagi. Lebih kecil memang. Kalau tahun 2015 lalu sebesar Rp30 ribu, sekarang Rp15 ribu, tapi ini sangat memberatkan buat

kami,” kata Haposan di DPRD Sumut, Senin (2/10/2017) siang.

Pengutipan itupun kata Haposan, dilakukan tanpa pembahasan dengan para sopir dan pengusaha angkutan. Kutipan serupa sempat terjadi di tahun 2015. Terhenti karena mendapat protes dari para sopir yang membuat aksi mogok di Belawan.

Protes itu dilakukan karena kutipan yang dilakukan tidak punya dasar hukum yang jelas. Haposan mengatakan, jika kutipan itu resmi pihaknya tidak keberatan.

“Bayangkan total anggota kita yang masuk ke KIM II-Belawan mencapai 3 ribu unit. Kalau setiap masuk mereka ditagih Rp15 ribu. Maka dari mereka saja sudah Rp45 juta sehari. Itu kalau sekali masuk. Sementara anggota kita bisa hilir mudik 4-5 kali sehari. Berapa itu uangnya dan kemana diperuntukkan. Kan tidak jelas,”tambah Haposan.

Pihaknya berharap DPRD Sumut bisa memfasilitasi pertemuan antar semua pihak yang terkait dengan pungli itu. Sehingga kasus pungli itu bisa selesai.

Sementara itu Wakil Ketua Angkutan Khusus Pelabuhan Refly Yuner mengatakan pihaknya telah bertemu dengan Asosiasi Pengusaha KIM (Asperkim) yang merupakan wadah para pengusaha yang membuka industrinya di KIM II Belawan. Asperkim juga menolak pungli itu.

“Alasan mereka (PT KIM) menarik pungutan itu kan untuk perbaikan infrastruktur di KIM II Belawan. Para pengusaha sebenarnya siap membayar lebih, baik sewa maupun biaya lain. Tapi bukan untuk pass masuk ke kawasan KIM. Mereka tidak setuju,”sebutnya.

Di tempat yang sama, Sekretaris Keluarga Besar Supir dan Pemilik Angkutan (Kesper) Sumatera Utara Jaya Sinaga mengatakan, pihaknya pernah meminta agar semua pihak terkait pungli itu dipertemukan. Namun sayangnya tidak pernah terealisasi. Malah KIM terus melakukan pengutipan dibekingi sejumlah oknum aparat Kepolisian dan TNI.

“Kalau sopir kita tidak bayar, mereka selalu dianiaya. Beberapa sudah jadi korban. Kita lalu laporkan ke Polisi dan tidak diproses. Jadi pihak-pihak yang terlibat, termasuk Kapolres Pelabuhan Belawan harus bertanggungjawab,”ujar Jaya.

Senada dengan Haposan, Jaya meminta DPRD Sumut bisa memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait. Termasuk memanggil Kapolda Sumut dan Pangdam, karena ada anggota mereka yang diduga terlibat.

“Kalau keinginan kami tidak ditanggapi, kami akan datang dengan jumlah lebih besar. Kalau hati ini kami sudah datang puluhan truk, nanti kami akan datang dengan 3 ribu truk anggota kami. Kami akan mogok sampai tuntutan kami dipenuhi. Kalau kami mogok, kegiatan distribusi dan perekonomian akan lumpuh,”tegasnya.

Wakil Ketua Komisi B Baskami Ginting mengatakan akan memanggil semua pihak terkait pungli itu. DPRD Sumut segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk membahas kisruh tersebut.

“Kita akan panggil semua. Termasuk PT KIM, Polisi, Pangdam, Pemprov Sumut, Pemkab Deliserdang dan Pemkot Medan serta kawan-kawan pengusaha angkutan dan sopir sekalian. RDP rencananya akan dilakukan bulan ini setelah masa reses. Jadi selama RDP belum berlangsung. Kami dari DPRD merekomendasikan agar kegiatan pengutipan di KIM II dihentikan,”tegas Baskami.

Menanggapi rekomendasi tersebut, Ketua Kesper Sumut Israel Situmeang menginstruksikan kepada seluruh sopir truk angkutan yang beroperasi di KIM II untuk melakukan perlawanan atas pungli tersebut.

“Sudah ada rekomendasi dari DPRD. Jadi buat kawan-kawan yang masih diganggu dengan pungli tersebut, masih diancam, segera ambil kunci roda dan hantam mereka. Kita siap berhadapan dengan mereka,”kata Israel. (yug)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,315PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.