Portal Berita Online Indonesia

Pipa Cikoromoy Rusak, PDAM Merugi 2 Persen

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pipa penyaluran air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang di mata air Cikoromoy mengalami kerusakan. Rusaknya pipa pendistribusian air itu sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu. Akibatnya, PDAM kerap merugi hingga 2 persen setiap mengalami kebocoran.

Direktur Utama PDAM Pandeglang, Ujang Sumawinata mengungkapkan, mata air Cikoromoy bisa menghasilkan air sekitar 450 liter perdetik, untuk mengaliri 4.000 rumah tangga. Namun saat terjadi kebocoran, PDAM hanya dapat memanfaatkan 42 liter perdetik atau hanya sekitar 10 persen dari sumber mata air Cikoromoy.

“Tentu saja hal tersebut mengganggu proses distribusi air. Saat kerusakan terjadi, butuh waktu hingga 3 jam untuk memperbaiki. Sedangkan untuk kembali mengaliri rumah warga dengan normal, membutuhkan waktu sekitar 2-3 hari,” kata Ujang, Kamis (12/10/2017).

Dirut menjelaskan, selain karena usia pipa yang sudah usang, kerusakan yang sering terjadi juga disebabkan kondisi geografis disekitar mata air yang berbatu. Belum lagi kedalaman pipa yang kurang maksimal, membuat daya tahannya tidak bertahan lama.

Wilayah Cikoromoy yang menjadi objek wisata, banyak dilalui kendaraan yang melintas, semakin memperparah ketahanan pipa lantaran menanggung beban kendaraan.

“Banyak kendaraan yang melintas kalau posisi pipanya sesuai kedalamnya maka bebannya akan berkurang, selain itu juga karena usia pipa yang sudah lama jadi kendala juga,” sambungnya.

Menurut Ujang, pipa PDAM sepanjang 4 kilometer itu sudah berusia lebih dari 20 tahun. Namun pipa yang harus segera diperbaiki berlokasi di Cikoromoy sampai Batubantar dengan panjang pipa sekitar 1,4 Kilometer.

“Diperkirakan, butuh biaya mencapai Rp3 miliar untuk memperbaiki pipa air tersebut. Dalam waktu dekat kerusakan di pipa itu akan segera diatasi menggunakan anggaran dari internal PDAM. Namun kami juga sudah mengajukan bantuan ke Kementerian PUPR untuk meringankan beban perbaikan,” tandas Ujang. (IY)