Portal Berita Online Indonesia

Peneliti Amnesty International Indonesia Himbau Indonesia Menghapus Hukuman Mati 

Menaranews, Jakarta – Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat menjelaskan ditahun 2017, 105 negara yang sudah menghapuskan sistem hukuman mati.

Menurutnya, hal tersebut merupakan peningkatan dalam penghapusan sistem hukuman mati.

“Tahun 2017 Ada 105 negara yang sudah secara  total sistem menghapuskan hukuman mati untuk segala kejahatan. baik kejahatan yang biasa maupun kejahatan yang dianggap serius,” kata Papang Hidayat dalam Konferensi Pers di Kantor KontraS di Jl Kramat II Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

“Sementara 40 tahun yang lalu hanya 16 negara yang sudah menghapuskan sistem hukuman mati adanya ada peningkatan,” tambahnya.

Hal tersebut dikatakan Papang bahwa negara yang sudah menghapuskan sistem hukuman mati telah sadar hukuman mati memang hukuman yang dianggap paling kejam.

“Banyak negara yang sudah menghapuskan hukuman mati karena Sadar betul bahwa ini adalah bentuk hukuman yang paling kejam,” tuturnya.

“Kedua  mereka sadar betul bahwa tidak adanya sistem hukum yang bisa  menjamin tidak adanya kesalahan ada filosofi bahwa apa yang dibuat oleh manusia bisa salah,” tambahnya.

Selain itu, berdasarkan hasil riset DNA di Negara Amerika, Papang mengatakan ada 150 orang yang telah dieksusi mati dan dinyatakan tidak bersalah.

“Itu membuktikan lebih baik kita tidak membunuh penjahat daripada membunuh satu orang baik, dan prinsip kemanusiaan nya ditingkatkan,” ucapnya.

Dia juga mengingatkan kepada negara-negara, terutama Indonesia yang masih menerapkan sistem hukuman mati sudah seharusnya menghapuskan terhadap hukuman mati.

“Atau negara yang masih melakukan praktek hukuman mati seharusnya melakukan moratorium seperti Indonesia isu hukuman mati yang bisa diperdebatkan baik segi teoligis ada yang bilang hak nya korban kita harus mendiskusikan sudah seharusnya menjauh, ” pungkasnya. (MR)