Portal Berita Online Indonesia

GNPF Ulama Serukan Tolak Partai Pendukung Ormas

Menaranews, Jakarta – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF‎) Ulama menolak partai yang mengesahkan Perppu No 2 Tahun 2017 tentang Ormas menjadi Undang-Undang (UU).

Ketua GNPF Ulama, Ustaz Bachtiar Nasir menjelaskan bahwa ajaran Islam sejatinya mewajibkan untuk menentang dan mencegah setiap kedzhaliman maupun kemunkaran yang terjadi.

Menurutnya, hal itu sesuai dengan yang terkandung dalam ayat-ayat Alquran‎. Diantaranya, surat Ali Imran ayat 104, surat Al Baqarah ayat 193, kemudian surat al Anfal ayat 25 dan Al Mumtahanah ayat 9.

Sedangkan dari sudut konstitusional, GNPF Ulama menyebut proses politik yang melahirkan Perppu tersebut adalah cacat hukum.

“Karena tidak terpenuhinya unsur syarat-syarat untuk dapat diterbitkannya sebuah Perppu,” kata Bahtiar Nasir dalam konferensi pers di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (30/10).

‎GNPF Ulama pun menilai proses pengesahan Perppu Ormas menjadi UU dalam Sidang Paripurna DPR RI bukanlah keputusan yang memenuhi aspek musyawarah mufakat.

“Karena terkesan telah terjadi pemaksaan dari rezim yang tengah berkuasa yang akan menggunakan Perppu pembubaran Ormas tersebut sebagai senjata mengekang kebebasan dan bertentangan dengan pembukaan UUD Tahun 1945,” jelasnya.

Lebih lanjut, GNPF Ulama memandang substansi dari UU Ormas itu sangat merugikan umat Islam. Sebab, cenderung ditunjukan untuk membatasi dan mengekang dakwah Islam sekaligus ingin memadamkan cahaya agama Islam.

Untuk itu, dia pun mengutip ‎surat At Taubah ayat 32 dan surat As Saff ayat 8. ‎melalui rilisnya tersebut, Bachtiar Nasir Nasir menyerukan kepada umat Islam Indonesia agar :

1. Tidak mendukung dan tidak memilih partai-partai yang telah menyetujui Perppu menjadi UU. Baik dalam Pilkada, Pileg, maupun Pilpres.

2. Agar selalu waspada terhadap kemungkinan terburuk yang diakibatkan oleh UU tersebut.

3. Melakukan perlawanan melalui mekanisme legal konstitusional.