http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Gerakan Nasional Non Tunai dan Kick Off 100% Elektronikfikasi Transaksi Jalan Tol Bali Mandara

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Kegiatan Fun Rally Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) dan Kick Off 100% Elektronikfikasi Jalan Tol merupakan salah satu bagian dari GNNT yang telah dicanangkan oleh Pemerintah bersama Bank Indonesia sejak tahun 2014 untuk mengantarkan Bangsa Indonesia menuju masyarakat Less Cash Society sekaligus mendukung upaya pemerintah menuju ekonomi digital. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kantor Perwakilan wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana, Minggu (1/10/17) saat membuka acara tersebut di Denpasar.

“Pada hari ini kita akan mengikuti kampanye GNNT dalam bentuk Fun Rally GNNT serta sekaligus Kick Off 100% Elektronifikasi Transaksi Jalan Tol Bali Mandara. Kegiatan ini terselenggara berkat kerjasama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan PT. Jasa Marga Bali Tol dan Perbankan Penerbit Uang Elektronik. Menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat, baik dari PT Jasa Marga Bali Tol, Perbankan (Bank Mandiri, BRI, BNI, BTN, BPD Bali dan BCA) maupun pihak lainnya yang mendukung terselenggaranya acara ini. Sesuai amanah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, bahwa dalam rangka mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah, Bank Indonesia memiliki fungsi dan tugas dalam mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran. Sebagai otoritas sistem pembayaran, misi Bank Indonesia adalah Mengelola dan Memelihara Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang yang aman, efisien, dan lancar, melalui perluasan akses sistem pembayaran untuk mendukung kelancaran perekonomian nasional yang salah satunya dapat diwujudkan dengan pengembangan Less Cash Society,” terang Causa Iman Karana.

Perwujudan Less Cash Society ini penting untuk mendorong perekonomian yang lebih efisien, serta meningkatkan aspek governance dalam pengelolaan keuangan masyarakat, pelaku bisnis maupun lembaga-lembaga pemerintah. Salah satu, komitmen perwujudannya, diawali dengan pencanangan peningkatan transaksi non tunai melalui GNNT. Peningkatan transaksi non tunai dimaksud dapat dilakukan pada berbagai aspek ekonomi dan keuangan masyarakat.

Elektronifikasi pembayaran tol akan membawa manfaat baik bagi pengguna, maupun bagi Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau operator. Dari sisi pengguna, membayar secara non tunai akan memberi masyarakat rasa aman karena jumlah yang dibayar akurat sesuai dengan tarif. Selain itu, proses transaksi juga jauh lebih cepat serta nyaman karena tidak diperlukan waktu tambahan untuk menghitung uang, tidak ada uang kembalian dan tidak ada risiko uang terjatuh.

Sedangkan bagi BUJT, elektronifikasi pembayaran akan menurunkan paling tidak 4 risiko, yaitu (1) risiko fraud karena masih ada proses manual yang dilakukan oleh manusia; (2) risiko kesalahan penghitungan penerimaan dan pengembalian; (3) risiko penerimaan uang palsu; dan (4) risiko keamanan sewaktu pengumpulan uang tunai, selain tentunya mengurangi biaya operasional cash handling.

Penerapan non tunai di jalan tol akan diawali dengan penerapan elektronifikasi jalan tol 100% dimana seluruh masyarakat akan didorong untuk bertransaksi non tunai. Dalam hal ini, masyarakat akan diberikan kemudahan untuk memperoleh dan mengisi ulang (top-up) saldo uang elektronik, yang disertai edukasi dan sosialisasi secara masif. Tahapan ini menjadi sangat penting guna mengawal transisi masyarakat menuju kewajiban non tunai sesuai peraturan menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mulai diterapkan di 31 Oktober 2017 pada seluruh ruas tol.

Sehubungan dengan elektronifikasi tersebut, Bapak Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan yang tegas dan jelas pada April 2016 terkait transaksi pembayaran di jalan tol. Beliau berpesan “agar antrian di gerbang tol dihilangkan dan semua transaksi dilakukan dengan aplikasi-aplikasi sensorik yang langsung dihubungkan dengan account di bank”.

Menindaklanjuti hal tersebut, Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perubahan Rakyat (Kementerian PUPR) sebagai otoritas jalan tol telah menyepakati inisiatif elektronifikasi di jalan tol secara bertahap dan menandatangani Kesepakatan Bersama pada tanggal 31 Mei 2017, yang salah satu isinya terkait rencana elektronifikasi jalan tol, yaitu penggunaan uang elektronik di seluruh ruas jalan tol (100%) sejak Oktober 2017.

Untuk mencapai target implementasi elektronifikasi 100% di jalan tol pada Oktober 2017 tersebut, KPwBI Provinsi Bali bersama PT. Jasa Marga Bali Tol (JBT) dan perbankan yang bekerjasama dengan JBT telah melakukan koordinasi dan kerjasama secara intensif dalam rangka persiapan implementasi 100% pembayaran non tunai di jalan tol Bali Mandara mulai 1 Oktober 2017. Selain itu, telah dilakukan berbagai kegiatan edukasi, sosialisasi, dan kampanye “100% pembayaran non tunai di jalan tol Bali Mandara” baik melalui media cetak maupun elektronik.

Sejak bulan September 2017, PT Jasamarga Bali Tol dan Perbankan telah mencanangkan sistem pembayaran elektronik jalan tol menggunakan uang elektronik di seluruh Gerbang Tol di Jalan Tol Bali Mandara mulai 1 Oktober 2017. Berbagai kegiatan kampanye dan edukasi secara masif dan terpadu telah dilaksanakan bersama oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dengan PT Jasa Marga Bali Tol dan perbankan memperlihatkan hasil positif. Hal ini terlihat dari transaksi harian JBT selama September 2017 menunjukan peningkatan transaksi non tunai yang sangat signifikan. Sebagaimana data yang telah disampaikan oleh JBT, sampai dengan tanggal 29 September 2017 penetrasi (pangsa) pembayaran non tunai di Jalan Tol Bali Mandara telah meningkat sebesar 143,28% dari semula pada tanggal 1 September 2017 hanya sebesar 18,31% dari total transaksi terus mengalami peningkatan hingga pada tanggal 29 September 2017 mencapai kisaran 44,54% dari seluruh transaksi.

“Dari segi penjualan kartu Uang Elektronik, berdasarkan data yang kami terima dari perbankan, jumlah uang elektronik yang telah terjual selama bulan September 2017 mencapai 65.116 unit. Kenaikan penjualan uang elektronik terutama terjadi di bulan September 2017 ini setelah kita bersama gencar melakukan sosialisasi dan kampanye GNNT. Selanjutnya, dari segi Stock, persediaan uang elektronik di Bali mencapai 119.875 uang elektronik. Sejalan dengan hal tersebut, berdasarkan data PT Jasa Marga Bali Tol, penjualan uang elektronik di area Jalan Tol Bali Mandara yang dilakukan oleh perbankan pada akhir bulan September 2017 mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan awal bulan yakni naik sebesar 679,22%, dari semula penjualan uang elektronik di Jalan Tol pada tanggal 1 September 2017 hanya terjual sebanyak 255 unit meningkat menjadi sebanyak 1987 unit pada tanggal 27 September 2017. Total uang elektronik yang telah terjual di area Jalan Tol Bali Mandara selama bulan September 2017 sampai dengan tanggal 27 September 2017 sebanyak 30.896 unit,” kata Causa Iman .

Hal tersebut tentunya menjadi awal yang menggembirakan dimana transisi perubahan pola pembayaran menuju non tunai dapat dilaksanakan dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pengendara di jalan tol. Harapannya mulai 1 Oktober 2017 penerapan 100% non tunai di jalan tol dapat disambut positif oleh seluruh lapisan pengguna jalan tol di Bali dan seluruh pengguna dapat merasakan nilai tambah dengan hadirnya penerapan non tunai. (NN)
Editor : N. Arditya

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,332PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.