Portal Berita Online Indonesia

DEMAK TARGETKAN 2019 HARUS OFD (Open Defecation Free)

MENARAnews, Demak (Jateng) – Salah satu indikator Program Indonesia Sehat adalah satu keluarga memiliki jamban sehat. Dari 249 desa/kelurahan di Kabupaten Demak, sudah 50 desa yang bebas dari air besar sembarangan. Serta masih ada lebih dari 42 ribu kepala keluarga di Demak yang buang air besar di sembarangan tempat, salah satunya di sungai. Di sepanjang sungai yang membentang dari Kecamatan Sayung hingga Karanganyar, kita masih bisa menemukan orang buang air besar. Inilah yang menyebabkan image Kota Wali menjadi buruk.

“Untuk itu dibutuhkan suatu upaya nyata untuk mengubah citra tersebut mengingat dampak dari buang air besar sembarangan dapat berakibat buruk bagi kesehatan”, ungkap Bupati Demak HM.Natsir saat membuka acara Stakeholder Meeting Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Menuju Demak Bebas Buang Air Besar Sembarangan di Gedung Bina Praja, Rabu (11/10).

Untuk itu Natsir berharap setelah kegiatan ini dapat mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat sehingga bisa meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

“Ajak masyarakat untuk senantiasa mencuci tangan sebelum dan setelah beraktivitas serta mengelola air minum rumah tangga dan makanan,” tuturnya.

Ia juga mengajak untuk turut serta mendukung program Demak Bebas Buang Air Besar Sembarangan yang baru saja dicanangkan.

“Selain itu Melalui Gerakan Sedekah Jamban, saya yakin program tersebut dapat terselesaikan,” pungkasnya.

Sementara itu Sekda Singgih Setyono menyampaikan masalah kesehatan tidak akan selesai kalau tidak diselesaikan bersama-sama, mengingat Kabupaten Demak masih tergolong miskin dilihat dari masih minimnya desa yang mempunyai jamban dan masih banyaknya rumah tak layak huni. Untuk itu Singgih menegaskan OFD harus segera terealisasi secepatnya.

“OFD harus punya target yaitu pada tahun 2019, mulai 2018 harus segera melaksanakan apa yang telah diprogramkan untuk keberhasilan OFD,” katanya.

Singgih juga menambahkan ada 4 faktor utama yang menentukan status kesehatan yakni keturunan, pelayanan, perilaku dan lingkungan. Ia juga menghimbau kepada dinas kesehatan untuk datang ke sekolah guna memberikan pengarahan kepada penjual dan siswa sekolah, karena penyakit kebanyakan berasal dari anak sekolah.

Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama tentang sanitasi total berbasis masyarakat menuju Demak bebas buang air besar sembarangan di Kabupaten Demak antara Bupati Demak dengan OPD terkait.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak Gufrin Heru Putranto, Ketua Tim penggerak PKK Kabupaten Demak beserta seluruh jajarannya, Ketua MUI Kabupaten Demak dan Ketua Organisasi Profesi Kesehatan. (Spn)