APBD Perubahan Belum Disahkan, Pemkab Yakin Silpa Ditekan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang hingga kini belum mengesahkan APBD Perubahan (APBD-P) tahun 2017. Padahal saat ini sudah memasuki akhir Oktober. Pemkab tinggal menyisakan 2 bulan lagi untuk melakukan penyerapan anggaran. Diprediksi, Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun ini akan lebih besar dibanding tahun lalu yang mencapai Rp 282 miliar.

Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengatakan, pengesahan APBD-P hanya tinggal menunggu persetujuan dari legislatif. Karena dari unsur eksekutif, telah menyiapkan seluruh pembahasan. Ditargetkan pada pekan ini bisa disetujui bersama. 

“Kami perlu kesepakatan dua belah pihak antara eksekutif dan legislatif. Jadi nanti ada satu pembahasan yang akan disepakati oleh eksekutif dan ditandatangani oleh legislatif, tinggal menunggu itu saja,” ujar Irna usai memimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda, di Alun-alun Pandeglang, Senin (30/10/2017).

Menurut Irna, lambatnya pengesahan APBD-P diakibatkan rekomendasi evaluasi dari Pemprov Banten yang baru diterima Kamis pekan lalu. Sementara disaat bersamaan, pada wakil rakyat sedang menjalani sejumlah agenda kerja dibeberapa daerah. 

“Evaluasi APBD perubahan sudah turun dari Gubernur Banten pada Kamis lalu. Namun, pada hari Jumat ada beberapa pimpinan yang di luar kota Senin juga ada yang masih kunjungan kerja. Mudah-mudahan APBD perubahan ini bisa cepat disepakati antara tanggal 1 atau 2 November, sehingga kami bisa buat kesepakatan untuk hal-hal yang sifatnya kegiatan di lapangan bisa lancar, penyerapannya lebih cepat,” terangnya.

Irna optimis meski pengesahan APBD-P terlambat, namun serapan anggaran akan lebih baik dibanding tahun lalu. Karena dalam perubahan tahun ini yang mencapai Rp 2.7 triliun, program yang tetapkan lebih banyak pada hal rutinitas dan lanjutan dari APBD murni 2017. 

“Mudah-mudahan Silpa juga dapat ditekan tidak sebesar tahun lalu. Namun jika ada Silpa, uangnya kan masih aman di kas dan bukan menjadi kerugian negara tetapi memang ada wanprestasi dari kami,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Arban menambahkan, pembahasan APBDP hanya persoalan waktu. Karena Pemkab memaklumi padatnya agenda dari unsur legislatif akhir-akhir ini. 

“Ini hanya masalah waktu saja evaluasi dari Pemerintah Provinsi baru sampai di kita pada Kamis kemarin. Nah sementara teman-teman dewan sedang melaksanakan Pansus sehingga waktunya agak bentrok,” katanya.

Senada dengan bupati, Tanto pun meyakini serapan anggaran akan lebih baik. Meski dianggap sebagai suatu hal yang biasa, namun mantan Ketua KNPI itu mengingatkan agar para kepala OPD, agar menjadikan hal ini sebagai bahan evaluasi. 

“Disisa waktu yang ada, kami percaya APBD bisa diserap maksimal karena memang di akhir-akhir tahun biasanya penyerapan di berbagai daerah akan maksimal. Meskipun ini menjadi hal yang biasa, tetapi kami harap bisa menjadi evaluasi oleh Pemkab untuk ke depan diharapkan bulan Oktober penyerapan maksimal bisa dilakukan,” tandas mantan anggota DPRD Banten itu.

Comments
Loading...
error: Content is protected !!