http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

ACTA : Polri Harusnya Memberikan Penangguhan Penahan pada Asma Dewi

MENARAnews, Jakarta – Advocat Cinta Tanah Air (ACTA) mendatangi Komnas HAM pada senin, 2 Oktober 2017.  Kedatangan ACTA ini terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap Asma Dewi.

“Kami menyampaikan kepada Komnas HAM untuk menindak lanjuti dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh penyidik” ujar ketua ACTA Krist Ibnu.

Hal ini berdasarkan laporan bahwa ada pembatasan kunjungan keluarga, yang membuat Asma Dewi sulit menerima kunjungan dari kerabatnya. Menurut Krist ini merupakan salah satu pelanggaran yang dilakukan penyidik.

“Berdasarkan pasal 61 KUHAP tersangka atau terdakwa berhak untuk didampingi dan dikunjungi oleh keluarga apalagi pihak pengacara atau penasihat hukum kapan saja, termasuk kunjungan dokter, rohaniawan dan keluarga,” ujarnya.

ACTA juga menyampaikan sampai saat ini belum mengetahui dugaan tindak pidana yang disangkakan pihak penyidik. Jadi krist meminta komnas HAM menerima laporan mereka.

“Kami minta Komnas HAM menerima laporan kami dan melakukan penelusuran, pemantauan, pengawasan kepada pihak penyidik dalam proses penyidikan ini,” ujarnya.

ACTA menyampaikan bahwa Asma Dewi hanyalah ibu rumah tangga biasa, sehingga diharapkan tidak ada kekhawatiran berlebihan dari pihak penyidik. Tidak mungkin dia melarikan diri atau menghilangkan alat bukti.

“Hak untuk melakukan permohonan penagguhan penyidikkan dari kami, nanti polisi melihat secara objektif. Penyidik seharusnya memberikan copy BAP tersangka kepada kami sesuai dengan KUHAP, dari situ baru kami pelajari dan membuat strategi untuk melakukan pembelaan kepada ibu Asma Dewi,” tutur beliau.

Krist juga menyampaikan bahwa selama dalam penahanan Asma Dewi baru sekali di BAP yaitu pada saat pertama ditangkap 8 september 2017, sehingga menurutnya beliau tidak perlu ditahan.

“Demi alasan kemanusiaan kami berharap agar komnas HAM bisa merekomendasikan Polri untuk memberikan penangguhan penahanan terhadap ibu Asma Dewi,” tutupnya.

Penangkapan Asma Dewi merupakan lanjutan dari penangkapan pada Agustus 2017. Ketika itu, polisi menangkap tiga pengelola akun penyebar ujaran kebencian di dunia maya yang disebut sebagai kelompok Saracen.

Asma Dewi yang mengunggah sendiri posting-an berbau SARA lewat akun Facebook miliknya. Namun belum diketahui apakah Dewi merupakan anggota aktif atau hanya sebagai klien.

Asma Dewi diduga melanggar pasal 45 ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU 11/2008 tentang ITE dan Pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang ITE dan/atau pasal 16 Jo pasal 4 huruf b angka 1 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan/atau pasal 156 KUHP dan/atau pasal 207 KUHP dan/atau pasal 208 KUHP. (DA)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,381PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.