http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

UMKM Hasil Olahan Laut Demak Berpotensi Berkembang

MENARAnews, Demak (Jateng) – Program unggulan Kabupaten Demak selain pariwisata, pertanian dan kelautan adalah UMKM. Salah satu UMKM yang memiliki pontesi perekonian kuat dan dapat menjadi unggulan adalah UMKM hasil olahan laut yang dikembangkan oleh UMKM Nelayan.

Pelaku UMKM ini adalah perempuan-perempuan yang merupakan istri nelayan, juga sekaligus nelayan-nelayan perempuan yang seringali ikut melaut bersama suaminya. Kondisi penghasilan yang tidak menentu setiap harinya, dalam arti dalam setiap melaut belum tentu mendapatkan ikan sehingga pulang belum tentu mendapatkan hasil atau pada saat-saat musim tertentu tidak bisa melaut membuat para wanita ini harus kreatif agar dapur mengepul.

Dewi Rahmawati, Paralegal Wisata Bahari Demak menyatakan bahwa perempuan-perempuan disini juga nelayan. Mereka adalah perempuan nelayan, yang tidak hanya tangguh di sisi suami melaut tapi juga pandai mengolah hasil laut. Mereka sadar bahwa pendapatan nelayan itu tidak pasti. Belum tentu saat melaut bisa pulang mendapatkan ikan. “Ada masa-masa tak bisa melaut, misalnya saat rending (hujan-red) atau saat bulan purnama. Karena pada saat itu bulan tampak terang benderang sehingga ikan tak mau muncul. Disaat itulah mereka fokus mengolah dan menjual hasil laut seperti terasi, kerupuk teri, udang crispy dan sebagainya,” ungkap Dewi kepada Menawanews.com di stand UMKM Hasil Olah Ikan di Pelabuhan Pantai Morodemak hari ini (7/9).

 

Disamping ikut melaut, membuat olahan hasil laut yang dapat dikerjakan di rumah merupakan pilihan yang dirasa tepat oleh para wanita yang sebagain besar tergabung dalam binaan Puspita Bahari, suatu binaan untuk pemberdayaan perempuan nelayan dan non nelayan di Demak. Kelompok ini secara rutin setiap minggu aktif berbagi ilmu tentang kewirausahaan terutama mengenai olahan hasil laut. “Setiap Senin kami mengadakan workshop di posko kami. Bahkan setiap tahunnya kami dipercaya oleh Kementrian Sosial dan Dompet Duafa untuk menyalurkan bantuan pada perempuan nelayan yang membutuhkan binaan,” imbuh Dewi.

Mengenai pemasaran produk hasil olahan ikan tersebut juga bisa dibilang cukup masif. Para nelayan perempuan ini selain menjual di pasar-pasar, menitipkan dagangan di perguruan-perguruan tinggi di Semarang juga sudah melek informasi dengan menjual dagangan menggunakan media online.

Bupati Demak turut memuji hasil olahan tersebut dengan menyatakan akan memberikan kesempatan pada UMKM hasil olahan laut untuk memajang produknya di Pemkab Demak. “Sahabatku semua, kalian sudah pernah masuk Pemkab Demak? Kalo sudah disana jenengan lihat ada banyak piala-piala yang dipajang di salah satu almari. Nanti saya akan meminta agar piala itu diberikan di tempat yang lain, sehingga njenegan dapat memajang dagangan disana,” kata Bupati.

Namun dalam kemeriahan ini terdapat kendala yang seringkali dirasakan oleh para nelayan, terutama nelayan wanita yang mengolah hasil UMKM ini, yakni masalah sulitnya untuk mendapatkan Kartu Nelayan (KN) untuk wanita dan juga pendanaan.

Menanggapi permasalahan itu, Muhfiadi selaku Kepala Dinas DKP Prov. Jateng menyatakan akan menindaklanjuti masalah KN dan pendanaan tersebut. “Masalah itu (Kartu Nelayan Wanita) sebenarnya bukan akan menjadi masalah jika mengikuti prosedur. Permasalahan ini ada karena pendaftaran di tingkat kelurahan sudah bermasalah dahulu sehingga sulit untuk pengurusan administrasinya. Mengenai masalah pendanaan, sebenarnya jika mau mengajukan, bank-bank akan siap memberikan pinjaman kredit lunak pada nelayan. Apalagi nelayan Demak, tidak ada dan belum ada daftar blacklist. Jangan sampai ada ya, untuk nelayan di Demak. Apalagi dengan produk UMKM yang potensial begini,” tutup Muhfiadi. (Nsn)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.