http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Persiapan Implementasi Elektronifikasi Jalan Tol Bali Mandara

MENARAnews.com, Denpasar (Bali) – Program nasional non tunai dan Bali menjadi pioneer yang akan menerapkan elektronifikasi pembayaran tol dimulai 1 Oktober 2017. Hal ini merupakan satu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pengguna jalan tol. Elektronifikasi jalan tol tidak hanya bermanfaat bagi pengguna tetapi juga bagi operator jalan tol. Bagi pengguna, pembayaran secara non tunai akan memberikan rasa aman karena jumlah yang dibayar akurat, sesuai dengan tarif. Selain itu, proses transaksi juga akan jauh Iebih cepat dan nyaman karena tidak perlu ada uang kembalian. Sementara itu, bagi Operator, elektronifikasi jalan tol akan menekan paling tidak empat risiko yaitu risiko kecurangan (fraud) oleh pegawai, risiko salah penghitungan, risiko penerimaan uang palsu dan risiko keamanan pengumpulan uang tunai. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (Ka KPwBI) Provinsi Bali, Causa Iman Karana di Ruang Grha Tirta Empul KPwBI, Kamis (28/9/17).

“Elektronifikasi jalan tol merupakan upaya untuk mewujudkan perilaku pengguna jalan tol yang sudah terbiasa dengan pembayaran non tunai dan merupakan tahapan menuju pengembangan Mult/ Lane Free Flow (MLFF) atau pembayaran tol tanpa henti (pengguna jalan tol tidak harus menghentikan kendaraan di gerbang tol) yang akan diterapkan pada Desember 2018. Untuk mensukseskan pembayaran tol secara non tunai ini terdapat beberapa perbankan yang bekerja sama dengan Jasa Marga Bali Tol (JBT) yaitu BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, BPD Bali dan BTN. Pihak perbankan ini terus mendorong masyarakat segera membeli uang elektronik. Masyarakat diajak untuk segera melakukan pembelian uang elektronik tersebut jauh-jauh hari demi kenyamanan saat kebijakan non tunai diberlakukan. Penjualan uang eletronik tersebut tidak hanya dilakukan di kantor cabang masing-masing bank tetapi juga toko-toko ritel dan di gerbang tol,” terang Causa Iman Karana.

Menurutnya, tidak hanya memperbanyak akses bagi masyarakat untuk mendapatkan uang eiektronik, bank-bank tersebut juga menyediakan banyak tempat untuk melakukan isi ulang atau top up. Top up dapat dilakukan di beberapa tempat seperti di mesin ATM dan di berbagai gerai ritel yang diajak kerjasama.

Top up uang elektronik ada dua jenis yaitu top UP on us dan top up off us. Top up on us adalah pengisian ulang melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu (mesin EDC/ATM penerbit kartu tersebut). Pengisian hingga Rp. 200.000,00 tidak dikenakan biaya. Sementara untuk top up on us dengan nilai di atas Rp. 200.000,00 dapat dikenakan biaya Rp.0,00 hingga maksimal Rp. 750,00. Tujuan biaya ini dikenakan adalah untuk mendorong bank berinovasi, kompetensi dan perluasan layanan uang elektronik.

Sedangkan top up off us adalah pengisian ulang yang dilakukan pada kanal pembayaran/merchant penerbit kartu yang berbeda/mitra. Top up off us dapat dikenakan biaya dari Rp. 0,00 sampai dengan maksimal Rp. 1.500,00. Hal ini dimaksudkan untuk menata struktur harga yang bervariasi. Batasan maksimal Rp. 1.500,00 merupakan wujud Bl selaku otoritas sistem pembayaran dalam melindungi konsumennya.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim mengatakan bahwa setelah berhasil menerapkan Secure Access Module (SAM) Multi Applet, Jalan Tol Bali Mandara telah selesai menambah Sembilan GTO, sehingga secara teknis elektronifikasi transaksi tol non tunai telah siap. GTO Bali Mandara memiliki 20 gardu tol. Dari jumlah tersebut, 11 GTO dan 9 tunai atau non GTO. Dengan telah selesainya penambahan GTO ini, Jalan Tol Bali Mandara tercatat sebagai jalan tol pertama di Indonesia yang seluruh gardunya sudah GTO.

Berdasarkan Keputusan Menteri PUPR No. 16/KPTS/M/20, 17 tanggal 12 September 2017, elektronifikasi transaksi tol akan diterapkan di seluruh Indonesia mulai tanggal 31 Oktober 2017. Sedangkan Jalan Tol Bali Mandara telah siap mulai 1 Oktober 2017.

Tantangan ke depan sesungguhnya adalah mengubah kebiasaan masyarakat dari transaksi uang tunai menjadi non tunai. Meskipun secara teknis GTO sudah siap, perbankan juga sudah menyiapkan uang elektronik dan peralatan top up (isi ulang), namun diakuinya bahwa mengubah kebiasaan masyarakat bukan pekerjaan mudah. JBT dan perbankan perlu secara kontinyu mengedukasi masyarakat pentingnya menggunakan uang elektronik. Selain praktis, juga lebih mudah dan aman.

“Mengajak seluruh masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, untuk turut menyukseskan program Pemerintah Gerakan Nasional Non Tunai dan mengurangi penggunaan uang tunai dan bersama-sama menjadikan Bali sebagai pionir daerah pertama yang paling siap menuju Less Cash Society dan jalan tol sebagai sarana publik pertama untuk memulainya. Selain uang elektronik yang dikeluarkan perbankan, kini lndomaret Card juga sudah bisa digunakan untuk transaksi di jalan tol. lsi ulang uang elektronik juga bisa dilakukan di seluruh toko lndomaret. Untuk uang elektronik Flazz dan Fleet dari BCA, juga sudah bisa digunakan untuk transaksi tol mulai 1 September 2017 melengkapi Unik yang lain.┬áKehadiran lndomaret Card yang merupakan co-branding dengan e-Money menjadi pelengkap uang elektronik yang bisa ditransaksikan di jalan tol. Dengan demikian, uang elektronik yang sudah bisa ditransaksikan di Jalan Tol Bali Mandara adalah: (1) Produk Bank Mandinri e-Money dan produk co-brandingnya seperti e-Toll Card, lndomaret Card, Blink dan BTN, BPD Bali, Gas Card, (2) Uang elektronik TapCash produk BNI, Brizzi dari BRI, serta Flazz dan Fleet dari BCA,” ungkap Akhmad Tito Karim.

Pihaknya menghimbau agar masyarakat segera memiliki uang elektronik, selalu siap di saku dengan saldo yang cukup. Dengan begitu masyarakat telah bersama-sama menciptakan kelancaran transaksi. Meminta bank untuk memperluas jaringan penjualan dan isi ulang Unik, misalnya bank bekerja sama dengan counter-counter handphone untuk menjual dan isi ulang Unik. Masyarakat didorong untuk memperlakukan Unik seperti mengisi pulsa handphone.

Humas JBT, Drajad Hari Suseno mengungkapkan bahwa penggunaan Unik untuk transaksi tol berangsur-angsur mulai menunjukkan peningkatan yang signifikan. Berdasarkan data yang diperoleh dari Bagian Operasi, pengguna Unik dijalan tol saat ini telah mencapai 36%. Pada awal September lalu masih 19%, jadi kenaikannya hampir 100% selama sebulan terakhir. Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya partisipasi masyarakat dalam mendukung program Pemerintah yaitu Gerakan Nasional Non Tunai. (NN)

Editor : N. Arditya

 

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,332PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.