Peringatan Hari Badak Internasional Dimeriahkan Pemberian Nama Sejumlah Badak Jawa

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pemberian nama kepada Sejumlah Badak Jawa dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), tepatnya di Desa Ujung Jaya, Kecamatan Sumur. Keempat nama Badak itu diantaranya Irna, Mayang, Manggalang dan Prabu. Pemberian nama Badak ini dilakukan oleh Balai Taman Nasional Ujung Kulon dalam rangka memperingati World Rhino Day atau Hari Badak Internasional Tahun 2017.

Direktur Jendral Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem (KSDAE) Winarto mengatakan, TNUK merupakan kawasan konservasi di Indonesia yang menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang tinggi, salah satunya dadak jawa yang hidup di ujung kulon dan satu-satunya di dunia.

“Badak Jawa termasuk hewan langka yang dilindungi. Sebarannya yang terbatas pada satu lokasi serta jumlah populasi individu yang kecil menyebabkan badak jawa rentan terhadap kepunahan,” kata Winarto.

Dijelaskannya, melalui peraturan mentri kehutanan nomor P43/menhut-II/2007, tentang strategi dan rencana aksi konservasi Badak Indonesia tahun 2007 dan 2017 pemerintah telah melakukan strategi untuk menyelamatkan Badak Jawa.

“Jangka pendek meningkatkan populasi badak jawa sebesar 20 persen, membangun populasi kedua Badak Jawa dan membangun suaka Badak Jawa,” paparnya.

Berdasarkan data hasil kamera trap diketahui jumlah minimun badak jawa sebanyak 67 individu. Lanjut dia, rekaman keberadaan 4 individu anak Badak Jawa diduga lahir 2016 terdiri atas 2 individu jantan dan 2 individu betina. “Hal ini menjadi berita gembira sebagai penyemangat penggiat ditengah upaya pelestarian Badak Jawa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon Mamat Rahmat menuturkan, Badak Jawa saat ini sangat kristis dan terancam harapan akan kelestariannya.

Ia yakin Badak Jawa akan lestari di muka bumi ini. Ia menekankan Badak Jawa adalah titipan untuk anak cucu yang wajib disampaikan dalam kondisi utuh bahkan lebih baik lagi.

“Perlu dukungan semua pihak agar semua sepakat untuk menyelematakan badak jawa karena berbagai ancaman seperti penyakit, perburuan dan bencana yang dihadapi,” sebut Rahmat. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!