http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Pemko Palangka Tidak akan Serahkan Terminal AKAP ke Kemenhub RI

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemerintah Kota bersama dengan DPRD Kota akan ngotot mempertahankan dan tidak akan menyerahkan aset Terminal Induk Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) WA. GARA jalan Mahir Mahar kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan yang rencananya akan mengambil alih aset terminal induk untuk nantinya dikelola UPT Kementerian Perhubungan Darat.

Pemerintah kota bersama DPRD tidak akan memberikan aset Terminal AKAP WA GARA kepada pusat, karena meskipun terminal itu bangun pemerintah pusat melalui dana APBN, pemerintah kota pun punya banyak andil membangun kawasan terminal tersebut, seperti penimbunan, pembebasan lahan, pembuatan pagar keliling, taman, pengaspalan jalan dan sarana prasarana pendukung lainya menggunakan dana APBD kota,” tegas Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto kepada Tabengan, Kamis (14/09).

Sigit menambahkan, pada saat diserahkan oleh Pemprov Kalteng kepada Pemerintah Kota sebelumnya, kondisi sekitar terminal induk sangat memprihatinkan banyak ditumbuhi hutan dan ilalang, belum ada akses jalan, atap bangunan sudah rusak dan bocor, sehingga akhirnya pemerintah kota yang mengelola terminal tersebut menggunakan dana APBD Kota yang tidak sedikit.

Memang dulu sudah diserahkan pihak Kementerian Perhubungan kepada pemerintah provinsi, kemudian diserahkan lagi kepada Pemko, tapi sekarang mau diambil alih lagi oleh pemerintah pusat dalam hal Kementerian Perhubungan.

“Alasan Kementerian Perhubungan mengambil alih terminal AKAP WA GARA tersebut karena pembangunannya menggunakan APBN, itu memang benar. Tetapi begitu diserahkan kepada pemerintah kota, lalu pemerintah kota membangun fasilitas, sarana dan prasarana di kawasan terminal, dan tiba-tiba sekarang mau diambil alih oleh pemerintah pusat. Makanya Pemko dan DPRD tetap ngotot mempertahankan dan tidak akan menyerahkannya kepada pemerintah pusat,” beber Sigit.

Menurut Sigit, lain halnya jika Pemko tidak ada kewajiban di dalam pembangunan dan pengelolaan terminal itu, ya silahkan ambil saja dan Pemko akan lepas. Namun kondisinya beda bahwa pada saat diserahkan ke Pemko, mereka meminta supaya di kawasan itu dibangun sarana dan prasarananya, sehingga Pemko menganggarkan dana untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana tersebut.

Terkait hal itu, kata kader PDIP juga mengaku dirinya bersama dengan Walikota sudah mendatangi Kementerian Perhubungan, dan menyampaikan bahwa Pemko menolak terminal AKAP diambil alih oleh Pemerintah Pusat.

“Sesampai di sana, kami disuruh lagi mengahadap ke Kementerian Dalam Negeri bagian aset. Meski demikian, Pemko bersama DPRD siap menghadapi bagian aset di Kementerian Perhubungan dengan sikap yang sama yakni mempertahankan terminal induk, rencananya dalam waktu dekat ini kita akan berangkat ke Kementerian Perhubungan lagi,” tuturnya.

Jadi, lanjut anggota dewan dua periode ini mengatakan, apapun hasil pertemuan nanti, kita akan tetap pertahankan terminal AKAP karena aset di atas Rp 5 Miliar harus persetujuan dengan DPRD, karena pembangunan terminal tersebut menelan dana sebesar Rp 80 Miliar lebih. (AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.