http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Pembangunan Drainase Utama Palangka Raya Didukung Presiden RI

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pembangunan drainase utama (makro saluran utama/primer) dinilai menjadi solusi jitu, untuk mengatasi masalah banjir yang terjadi di sejumlah kawasan Kota Palangka Raya. Terlebih ketentuan Kementerian Pekerjaaan Umum  dan Perumahan Rakyat dalam hal ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, terutama melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Wilayah Sungai Kalimantan, telah mengambil kebijakan langsung untuk turun tangan membantu terhadap perencanaan pembangunan drainase utama di Kota Palangka Raya.

“Program pemerintah membangun drainase induk di Kota Palangka Raya, merupakan solusi mengatasi banjir saat ini.Namun terlepas dari itu, soal hak masyarakat yang tersentuh oleh pekerjaaan proyek besar itu juga jangan sampai terabaikan,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Palangka Raya Hera Nugrahayu, saat acara pertemuan konsultasi masyarakat (PKM) pekerjaaan drainase utama Kota Palangka Raya, Kamis (14/09), di Aula Kantor Bappeda kota setempat.

Menurut Hera dalam pertemuan itu dimaksudkan untuk memantapkan perencanaan pembangunan drainase utama yang sejak lama telah dikoordinasikan oleh pemerintah kota. Pun demikian, demi memuluskan pekerjaan pembangunan, maka perlu sinkronisasi dan sinergitas bersama, terutama dengan masyarakat.

“Kebetulan dalam pertemuan ini ada para lurah dan camat yang wilayahnya terkena titik pembangunan drainase utama. Setidaknya lebih mengetahui masyarakat maupun letak tata wilayahnya, sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Terutama dalam hal ini bicara soal hak masyarakat yang tidak bisa begitu saja terabaikan, manakala proyek pembangunan ini bersentuhan,”cetusnya.

Sementara itu Wali Kota Palangka Raya HM Riban Satia melalui staf ahlinya Supriyanto mengatakan, pembangunan drainase utama di Kota palangka raya selama ini masuk pada program rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJM) yang mendapat dorongan kuat dari pemerintah pusat.

Dimana Presiden RI Joko Widodo menekankan permasalahan banjir maupun bencana asap harus tuntas bisa dikendalikan oleh beberapa daerah, termasuk Kota Palangka Raya.

“Maka itu program pembangunan drainase utama ini merupakan bagian dari RPJMD yang didukung Presiden RI,” katanya.

Memang saat ini lanjut Suproyanto pembangunan drainase utama tersebut, kini di sejumlah titik telah dilakukan. Hanya saja perlu pengkajian lagi terhadap aspek pembangunan.

“Ini bicaranya sangat erat dengan kesepahaman dari masyarakat. jadi sebelum membangun harus melalui kajian yang tepat, sehingga di kemudian hari tidak ada saling menyalahkan. Intinya jangan hanya selesai tetapi berujung masalah. Karena itu, meski pembangunan ini didorong dilakukan dengan cepat dan tepat, namun hendaknya tidak menimbulkan masalah,” tandasnya.

Lanjut dikatakan, peran penting lurah maupun camat sangat diharapkan untuk menjembatani agar berjalan baiknya proyek pembangunan. “Intinya, lurah atau camat adalah orang yang tahu keadaaan maupun sejarah wilayah masyarakatnya. Ya, ini dimaksudkan tidak lain agar pembangunan yang dilaksanakan tidak menuai hambatan. Dengan begitu pembangunan drainase utama pun  dapat diurai dan segera teratasinya saluran air yang terkoneksi dengan  lancar antara saluran mikro (tersier- sekunder) dengan saluran makro atau saluran utama/primer,” pinta Supriyanto.

Adapun sebagaimana diketahui pembangunan drainase utama yang berada di jalur Jalan Hiu Putih, Kelurahan Bukit Tunggal  Kecamatan Jekan Raya, sudah mulai dikerjakan  sejak beberapa bulan lalu. Namun pembangunan tersebut masih meninggalkan tanda tanya bagi masyarakat, pasalnya ganti rugi lahan yang terkena dampak pelebaran drainase utama itu masih belum jelas hingga saat ini.

Pak Satiman, Salah seorang warga yang terkena dampak pelebaran drainase utama itu menuturkan, bahwa hingga saat ini kejelasan terkait ganti rugi tanah yang terkena dampak program tersebut masih belum ada.

“Ukuran tanah yang saya tempati 30×60 meter, sedangkan yang terkena dampak pelebaran dari pembangunan drainase utama, kurang lebih 9 x 30 meter, sampai saat ini belum ada kejelasan terkait ganti rugi,” jelasnya belum lama ini.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,873PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.