http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

OTT Oknum Dosen, Ini Pendapat Dekan Hukum UPR

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Praktek jasa atau pembuatan skripsi terindikasi terjadi dikarenakan adanya keinginan dari mahasiswa itu sendiri untuk cepat lulus serta mendapatkan nilai yang baik secara instan tanpa ada upaya. Dinamika persoalan tersebut, dimungkinkan tidak hanya terjadi di Universitas Palangka Raya (UPR) saja, namun terjadi di Universitas lain.

Hal inilah yang disampaikan oleh Wakil Dekan II Fakultas Hukum UPR, Cristianata ketika diwawancarai menaranews.com mengenai persoalan kasus Operasi Tangkap Tangan OTT salah satu Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) berinisial SL oleh Aparat Kepolisian Polda Kalteng beberapa hari lalu.

Cristianata berpendapat, tidak semua Rektorat sendiri tentunya tidak bisa mengcover kegiatan-kegiatan Dosen-Dosen yang ada di UPR secara fungsional. Dalam artian meski sudah disampaikan himbauan, surat edaran, dan lain-lain, kembali ke masyarakat.

“Pihak Rektorat sendiri sudah merespon cepat terkait persoalan adanya pungutan yang terjadi, namun semua itu perlu proses. Tidak serta merta ketika ada laporan ada pungutan, kita langsung memproses dosen yang bersangkutan. Pembinaan dosen kembali ke program studi, program studi kembali Fakultas,” jelas Cristianata Rabu (20/09) kemarin.

Disunggung adanya indikasi, apakah oknum dosen yang bersangkutan sengaja mempersulit pembuatan skripsi yang dikerjakan oleh mahasiswa sehingga ada peluang untuk melakukan praktek-praktek pembuatan skripsi terhadap mahasiswa, ia menjelaskan, menyangkut sulit atau tidaknya membuat skripsi, dengan tegas dia menyatakan tidak sulit. Hal ini dibuktikan, banyaknya mahasiswa yang mengerjakan skripsi sendiri dan lulus.

“Semisal ada Jurusan yang menyarankan pembuatan skripsi, ya itu seharusnya yang diproses. Tapi mahasiswa kencederunganya ingin instan. Contoh saja misalnya, ketika Polisi Nilang terus masyarakat ngajak duluan damai, benar apa ga itu? Karena alasan ini dan itu, karena maunya ingin cepat. Sama saja persoalan dengan skripsi,” ujarnya mencontohkan.

Persoalan mahasiswa ingin mengerjakan sendiri atau menyuruh orang lain merupakan hak dari mahasiswa itu sendiri. Namun perlu di ingat jelasnya lebih dalam, ketika diuji, tidak orang yang membuat skripsi yang dinilai.

Salah satu contoh kembali, mahasiswa punya konsep, tapi tidak bisa merepresentasikannya bicaranya ke dalam bentuk tulisan begitu juga sebaliknya, maka perlu orang untuk melakukannya. Sama hanya dengan profesi wartawan tidak semua orang bisa jadi wartawan yang bisa mereprensentasikan apa yang dibicarakan narasumber ke dalam bentuk tulisan berita.

Kembali ke perosalan yang menimpa salah satu Oknum Dosen UPR. Jika benar adanya, menurut ketentuan dari Kemenresetdikti, hal tersebut merupakan bentuk pelanggaran etika Dosen. Menyangkut saksi seperti apa, Cristianata menjelalkan prosesnya sendiri akan berjenjang dilakukan, begitu juga dengan mahasiswa yang kedapatan skiripsinya di buat orang lain, akan dianulir.(arli)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,315PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.