http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Nasib Terminal WA Gara Palangka Raya Masih Menggantung

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Lama tak terdengar perkembangan terkini nasib Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) WA Gara Jalan Mahir Mahar, Palangka Raya. Pertanyaannya, apakah tetap  rencananya akan diambil alih Kementerian Perhubungan (Kemenhub) atau dikembalikan ke pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya.

Menjawab akan hal itu Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palangka Raya Eldy mengatakan, tetap akan ada solusi atas keberlangsungan Terminal AKAP WA Gara  tersebut.

Dikatakan, pihak pemko melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) telah menemui pihak Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI untuk meminta agar terminal WA Gara dapat diserahkan kembali ke pemerintah kota dalam hal pengelolaannya.

“Dari pertemuan itu masih ada peluang dan solusi. Memang persoalan ini sudah dibawa kebagian hukum pada Kemendagri, namun masih bisa difasilitasi untuk dibuat keputusan,” ungkap Eldy, Kamis (07/09) di Palangka Raya.

Dijelaskan, permasalahan Terminal AKAP WA Gara selama ini adalah mengacu dari ketentuan atas surat edaran Kemendagri tentang penyelenggaraan pemerintahan, yang tertulis bahwa pengelolaan terminal tipe A akan ditangani oleh pemerintah pusat, sementara terminal tipe B oleh pemerintah provinsi. Sedangkan  terminal WA Gara saat ini adalah terminal tipe A.

“Bisa saja solusinya dengan  cara menurunkan tipe terminal ini, sehingga bisa dikelola oleh pemprov, dan pemprov menyerahkan kembali ke pemko,” tandasnya.

Di sisi lain lanjut dia, pemko juga diuntungkan dalam hal kewenangan pengelolaan terminal, terutama sesuai undang-undang nomor.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah. Selain itu berketetapan dengan surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub RI tanggal 20 Maret 2017 perihal tindak lanjut inventarisasi aset P3D.

“Aset milik pemko di terminal AKAP itu berupa tanah bersertifikat seluas 5 Hektare beserta fasilitas pendukung sebesar Rp4 miliar. Kemudian bangunan gedungnya, kita ada gedung di bagian belakang yang senilai Rp7 miliar, sehingga nilai sertifikat dan fasilitas pendukung ini totalnya Rp11 M. Ini bisa menjadi solusi sebagai pertimbangan agar terminal ini dapat diserahkan ke pemko,” tutup Eldy.(AF)

Editor : Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,329PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.