http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Ini Realisasi Pengembangan Padi Tekhnologi Hazton di Kapuas

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Program pengembangan budidaya tanaman padi dengan tekhnologi Hazton di 11 kecamatan di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah saat ini telah terealisasi 86,36% dari target luas tanam 1.825 hektar.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kapuas, Anjono Bhakti, melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan, Jarwadi, program penanaman padi dengan tekhnik Hazton ini belum semua kecamatan bisa direalisasikan karena adanya kendala.

“Seperti di Kecamatan Mantangai dan Kapuas Barat kendalanya dengan air yang merendam persawahan pada Juli kemarin. Sehingga penanamannya di geser ke musim tanam Oktober-Maret (MT Okmar) ini,” katanya di Kuala Kapuas, Senin (18/9/2017).

Sedangkan di Kecamatan Kapuas Kuala dan Kecamatan Tamban Catur sebagian tanaman padi ini sudah panen dan hasill produktifitasnya  pun dinilai lumayan rata-rata 4,5 sampai 5,5 ton perhektar. Sementara kecamatan yang masih belum panen yaitu Kecamatan Bataguh, Kapuas Murung, Kapuas Barat sebagian dan Kecamatan Kapuas Timur sebagian.

“Yang banyak masih belum panen itu di wilayah Kecamatan Bataguh, Basarang, Kapuas Murung, Kapuas Barat sebagian dan Kecamatan Kapuas Timur sebagian karena tanamnya memang terlambat ada yang Juli dan juga Agustus,” terang Jarwadi.

Lanjut dia, kalau dari segi produktivitas yang standar hasil penanaman padi dengan tekhnologi Hazton memang sudah memenuhi. Namun dengan kondisi dosis penggunaan  benih sebanyak seratus kilo perhektar dengan produktifitas perhektarnya hanya 300 sampai 350 kilo hal itu menurut Jarwadi masih kurang terlalu baik.

“Sehingga saya cenderung masih ke program penanaman padi unggul yang manual saja tapi tidak Hazton, karena petani juga ribet terutama di proses persemaian, pencabutan bibit sampai ke tanam itu yang semakin bengkak. Karena dengan jumlah posisi bibit perlubang yang 20 sampai 30 batang memerlukan tenaga kerja yang begitu banyak,” ungkapnya.

Lantas, apakah program penanaman padi dengan tekhnologi Hazton ini kedepan akan dilanjutkan? “Kelihatannya petani banyak yang menolak, mereka cenderung ke yang manual saja mungkin dibarengi dengan dukungan atau stimulan dan bantuan sarana pertanaman seperti pupuk dan lainnya,” pungkas Jarwadi. (irf)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,332PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.