http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

HMI Cianjur Nilai Jambore Kebangsaan Mematikan Sifat Kritis Mahasiswa

MENARAnews, Kab. Cianjur (Jawa Barat) – Forum Cipayung Plus yang terdiri dari 16 organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan akan menggelar Jambore Kebangsaan dan Wirausaha pada 24-29 Oktober 2017. Kegiatan tersebut mendapat penolakan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Cianjur.

HMI cabang Cianjur menilai bahwa mengalokasikan dana untuk meretas kemiskinan dan kesenjangan lebih penting daripada membuat sebuah jambore kebangsan dan Wirausaha yang mungkin menghabiskan milyaran rupiah.

“Begitu banyaknya permasalahan, tentu masyarakat hari ini menginginkan solusi konkrit dalam menjawab kesenjangan sosial, kesejahteraan dan keadilan bukan membutuhkan kegiatan jambore yang memakan suntikan anggaran yang bisa dikatakan begitu banyak bahkan miliyiran rupiah, kalaupun hemat saya kenapa tidak dialokasikan saja anggaran tersebut untuk meretas kemiskinan dan kesenjangan.” ungkap Paisal Anwari, Kabid Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) HMI cabang Cianjur

Menggelar jambore kebangsaan dan wirausaha yang akan melibatkan sekitar 5000 orang dari 16 OKP dan Mahasiswa yang tergabung dalam cipayung plus merupakan salah satu upaya mematikan idealisme dan daya kritis mahasiswa.

“Tidak menutup kemungkinan hegemoni penguasa yang menindas berdampak terhadap daya kritis gerakan mahasiswa, salah satu nya dengan diadakannya Agenda Jambore kebangsaan dan Wirausaha sebagai kegiatan bersama 16 OKP dan Mahasiswa yang tergabung dalam cipayung plus dan kami menelaah serta menduga bahwa  agenda tersebut adalah pengkondisian terhadap gerakan OKP dan Mahasiswa oleh penguasa” lanjut Paisal.

Sebagai perwakilan dari rakyat yang terhimpun dalam Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Cianjur, terkhusus sebagai  tuan rumah dalam penyelenggaraan jambore kebangsaan dan wirausaha menolak kegiatan tersebut, dengan beberapa alasan sebagai berikut :

1. Jambore tak lain adalah alat penguasa untuk membungkam semangat dan nilai kritis mahasiswa dan pemuda sehingga  Melemahnya gerakan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan serta mengalami Degradasi Integritas aktivis.

2. Jambore bukan solusi yang tepat untuk menjawab permasalahan bangsa hari ini, teruntuk memajukan ekonomi bangsa ini dan itu merupakan formalitas belaka dari penguasa untuk mengkondisikan mahasiswa dan pemuda kewilayah pragmatis.

Daripada menggelar jambore, terjun langsung membantu masyarakat lebih penting dan sangat jelas kontribusi yang dilakukan

“Tentu upaya yang harus dilakukan adalah mengembalikan semangat serta cita-cita idealisme mahasiswa dan kepemudaan untuk terlibat langsung kepada masyarakat dan memberikan kontribusi yang jelas sesuai kebutuhan dan permasalahan yang ada karena Mahasiswa dan kepemudaan harus berdikari serta mandiri teruntuk dalam menjawab persoalan kesenjangan sosial, politik, ekonomi dan tidak mudah untuk di kendalikan oleh penguasa semata.” tambah Paisal

Di akhir, Paisalpun mengungkapkan lebih baik mempertahankan idealise gerakan mahasiswa yang turun langsung kepada masyarakat daripada menggadaikan idealisme kepada penguasa untuk menggelar Jambore.

“Saya sepakat dengan pernyataan Tan Malaka bahwa idealisme adalah kemewahan terakhir  yang hanya dimiliki oleh pemuda, dengan  begitu, pemuda yang memiliki kemewahan idealisme tentu pemuda yang tidak mudah untuk di dorong kepada wilayah kepentingan penguasa semata, salah satunya adalah tindakan penguasa dengan menukarkan materi atau nilai rupiah  dengan nilai kebenaran mahasiswa dan pemuda yakni kita sebut Idealisme itu sendiri” Tutup Paisal (OR)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,323PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.