Gubernur Bank Indonesia Apresiasi Tari Rampak Beduk Asal Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Bank Indonesia (BI) menggelar Penyerahan Program Sosial Bank Indonesia, Sosialisasi Uang Rupiah Tahun Edaran 2016 dan Sosialisasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di Pendopo Kabupaten Pandeglang, (15/09/2017).

Gubernur BI Agus Martowardoyo yang diampingi oleh Kepala BI Banten Budiharto Setyawan, disambut oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita, Anggota DPR RI Dimyati Natakusumah, Sekretaris Daerah Pandeglang Fery Hasanudin dan para pejabat Kabupaten Pandeglang.

Dalam sambutannya, Agus mengatakan, pemeliharaan uang harus dilakukan dengan baik, yaitu jangan dibasahi, jangan dicoret, jangan dilipat. Selain itu, untuk menguji keaslian uang, dapat dilakukan dengan cara dilihat, diraba, dan diterawang.

Ia menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan badan usaha jalan tol agar pada akhir Oktober 2017 mendatang, seluruh pembayaran bagi pengguna jalan tol harus dibayar secara nontunai. Untuk itu, ia sudah meminta kepada perbankan untuk menyediakan lebih banyak outlet yang menjual kartu uang elektronik.

“Seluruh badan usaha badan usaha jalan tol sudah menyampaikan persiapannya bahwa nanti di Bulan Oktober sudah akan siap untuk mengimplementasikan pembayaran nontunai. Kemudian perbankan juga sudah menyampaikan kesiapannya dan kita meminta kepada perbankan untuk bisa menyediakan lebih banyak outlet untuk menjual kartu uang elektronik. Supaya kalau nanti pengguna ingin membeli mudah dan juga untuk fasilitas top up kalau dia mau menambahkan uangnya ke dalam uang elektronik itu. Jadi di akhir Oktober semua jalan tol sudah harus melakukan pembayaran secara nontunai,” jelasnya panjang lebar kepada sejumlah awak media.

Di samping itu, Agus mengapresiasi tarian khas Pandeglang yang disebut dengan Rampak Bedug, ia menilai bahwa Rampak Bedug sangat membanggakan sehingga mampu bersaing di kancah internasional.

“BI adalah lembaga negara yang sangat selektif mengundang tamu. Kita pernah mengundang Rampak Bedug asal Pandeglang untuk tampil di Bank Indonesia dan mendapat sambutan luar biasa. Jadi kita tidak heran Rampak Bedug ini bisa sampai mancanegara,” bebernya.

Lebih lanjut Agus menambahkan, Bank Indonesia memberikan bantuan kepada sejumlah sanggar seni budaya yang ada di Pandeglang, bantuan berupa seragam dan peralatan kesenian, bahkan kesempatan tampil selama satu tahun dalam pentas tertentu yang diselenggarakan oleh BI sehingga para wisatawan dapat menikmati keindahan budaya Pandeglang.

“Sebagai bentuk rasa sayang BI kepada Provinsi Banten, kepada Kabupaten Pandeglang, kami membantu pelestarian seni budaya, berupa pakaiannya atau peralatannya,” sambung Agus.

Di tempat yang sama, Kepala BI Banten Budiharto Setyawan mengatakan, bantuan yang diberikan lebih kepada pengembangan kesenian daerah karena kesenian daerah ini dapat mendorong perkembangan pariwisata di daerah.

“Kebetulan kita pusatkan di Pandeglang, tapi sebenarnya kita juga memberikan bantuan ke kabupaten/kota lainnya. Kita tahu bahwa pariwisata merupakan alternatif untuk menggerakkan perekonomian, disamping sumber ekonomi dari industri dan perdagangan,” jelasnya. (IY)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!