http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

‪Pemkab Pulpis Sosialisasikan Pencegahan Stunting Melalui Kampanye Gizi

MENARAnews, Pulang Pisau (Kalteng) – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Bappedalitbang memfasilitasi kegiatan pertemuan pemangku kepentingan, program kesehatan dan gizi berbasis masyarakat, untuk mencegah stunting melalui kampanye gizi nasional yang di laksanakan di Aula Bappeda, Selasa (12/9).

Ketua penyelenggara Hendri Arroyo dalam sambutannya menyatakan tujuan dari acara ini adalah, meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan terkait persoalan stunting di Kabupaten Pulang Pisau terkait dampak/risiko bagi individu masyarakat dan negara. Selain itu, adanya pemahaman strategi pencegahan sensitif, spesifik, yang dapat dilakukan setiap individu, komunitas, swasta dan pemerintah.

“Tujuan berikutnya adalah memberikan informasi terkait tujuan program kesehatan  dan gizi berbasis masyarakat (PKGBM) dan kampanye Gizi Nasional (KGN), serta memahami acuan kebijakan terkait rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG) Kab Pulang Pisau meliputi tujuan RAD-PG, tim yang terlibat dalam RAD PG dan langkah penyusunan RAD PG,” ujarnya

Sementara Wakil Bupati Pulpis Pudjirustaty Narang mengatakan, kualitas SDM dan pangan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Pemenuhan pangan yang optimal secara kualitas dan kuantitas menjadi aspek mendasar dalam pembangunan sdm yg berkualitas serta memiliki daya saing. Hal ini kata Wabup, tentunya harus disiapkan secara terus menerus serta dipersiapkan dengan baik guna menghadapi persaingan global yang kompetitif. Oleh sebab itu seperti yang kita ketahui bersama pemenuhan pangan dan gizi selalu menjadi prioritas pembangunan nasional. ” Berdasar data PSG tahun 2016, prevelensi duta stunting Provinsi Kalteng 34,1%, peringkat pertama Kab Murung Raya 34,7%, Kab Pulang Pisau sebesar 32%, dan terendah Sukamara 20,5%,” ujar Taty sapaan akrabnya

‪menurut Taty, dampak stunting antara lain meningkatnya resiko kesakitan dan infeksi, terhambatnya perkembangan otak dan fisik, minimnya prestasi belajar dan pendeknya periode bersekolah. Pada usia Produktif anak stunting memiliki penghasilan lebih rendah dibanding anak tumbuh optimal. Stunting dapat menurunkan pendapatan domestic bruto sebesar 3%. Kerugian akibat stunting di indonesia mencapai 300 triliyun rupiah.

“‪Permasalahan diatas tidak mungkin diselesaikan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan upaya-upaya dari sektor lain. upaya yang lebih komprehensif dan terpadu dengan keterlibatan multi pihak yaitu sektor pemerintahan, swasta, LSM, tokoh agama, tokoh adat dan masyarakat, ” tandasnya (BS)

Editor: Hidayat

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,313PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.