http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Walikota Bukittinggi Serahkan Penyaluran Bansos Non – Tunai Program Keluarga Harapan

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias melakukan launching penyaluran bantuan non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada masyarakat kurang mampu di Pelataran Taman Jam Gadang Bukittinggi, Selasa (22/8).

Dalam sambutannya, Walikota Ramlan menjelaskan untuk meningkatkan kualitas keluarga menuju keluarga mandiri dan meningkatkan taraf pendidikan serta meningkatkan akses dan kualitas pelayanan pendidikan, kesehatan khususnya bagi anak–anak keluarga penerima manfaat, maka pemerintah melalui Program  Keluarga Harapan (PKH) memberikan bantuan kepada Keluarga Miskin yang berdasarkan Basis Data Terpadu berupa Bantuan Non Tunai.

“Saat ini di Bukittinggi sesuai dengan Basis Data Terpadu terdapat 4.931 KK yang berada di bawah garis kemiskinan, jadi perlu kita pikirkan bersama bagaimana menekan angka ini melalui program dan kegiatan agar mereka tidak lagi berada pada posisi di bawah garis kemiskinan,” jelasnya.

Dikatakan Ramlan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan mengangkat taraf hidup masyarakat dari garis kemiskinan Ramlan berpesan dengan merubah pola yang dilakukan.

“Saya sarankan yang kita bantu saat ini ekonominya, kalau biasanya yang dibantu pembangunan rumahnya tetapi ekonominya tidak berubah juga tidak sejahtera dan mereka akan tetap berada diposisi kemiskinan, tetapi apabila ekonominya yang dibantu dia akan bergerak dari garis kemiskinan tersebut. Seperti yang mempunyai warung dengan membantu memperbaiki serta mengisi warungnya, dan yang punya pekerjaan menjahit kita bantu modal atau mesin jahit kemudian dilihat apakah ekonominya berubah atau tidak. Saya inginkan angka kemiskinan ini berkurang setiap tahunnya,” ungkap Ramlan.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Ellia Makmur menyampaikan bahwa bantuan tunai menjadi bantuan non tunai merupakan terobosan baru oleh pemerintah, untuk kota Bukittinggi yang dipercayakan kepada Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai Bank penyalur bantuan tersebut.

Selanjutnya dikatakan Ellia Makmur bahwa alokasi untuk PKH keluarga penerima manfaat Kota Bukittinggi sebanyak 935 KK, dengan demikian masih ada sekitar 3.996 KK yang harus mendapat pelayanan melalui Program Penanggulangan Kemiskinan.

“Jumlah bantuan yang diterima sebanyak Rp.1.890.000/KK/tahun dan khusus bagi penyandang disabilitas berat jumlah bantunnya Rp.2.000.000/KK/tahun, jumlah bantuan yang diterima tahun 2017 sebanyak Rp.1.772.540.000,-,” jelas Ellia Makmur.

Ditambahkan Ellia, disamping bantuan untuk PKH juga diterima bantuan beras Rastra untuk 2.908 KK, KUBE fakir miskin regular sebanyak 40 kelompok, e-warong sebanyak 3 kelompok, KUBE Pengembangan sebanyak 4 kelompok, Tabungan Beasiswa untuk Anak Panti Asuhan (TASA) untuk 3 lembaga sehingga total bantuan yang diterima sebanyak Rp.12.506.338.000,- .

Pada kesempatan tersebut Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menyerahkan secara simbolis kepada penerima bantuan, dan setelah itu diakhiri dengan demo cara mengakses dan menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang dipandu oleh pegawai BRI. (AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,329PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.