http://yoloxxx.com teen camgirl mit geilen titten kommt live zum orgasmus.
spot_img

Tolak Gojek, Ratusan Sopir Angkot Demo di Kantor DPRD Bukittinggi

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Ratusan pengemudi angkutan umum di Kota Bukittinggi melakukan aksi unjuk rasa menentang beroperasinya transportasi berbasis online yaitu Gojek, Kamis (10/08). Aksi yang dilakukan oleh pengemudi angkutan dari berbagai organisasi seperti Koperasi Jam Gadang, Mersi dan IKABE ini dengan langsung mendatangi kantor DPRD Kota Bukittinggi.

Para pengunjuk rasa memasang poster penolakan di depan kantor DPRD Kota Bukittinggi yang bertuliskan antara lain “Gojek Meresahkan Angkutan Bendi”, “Gojek Melanggar UULLAJ No. 22 tahun 2009” dan “Pengusaha Angkutan Kota/Pedesaan/Bendi Menolak Keberadaan Gojek Beroperasi di Bukittinggi”. Mereka menuntut DPRD dan Pemkot Bukittinggi untuk menutup aktivitas dan keberadaan transportasi online tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa diterima langsung oleh pimpinan DPRD Kota Bukittinggi. Selain itu, beberapa perwakilan massa pendemo diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan anggota dewan dan unsur Forkopimda di ruang utama DPRD Kota Bukittinggi.

Ketua DPC Organda Bukittinggi, Syafrizal menjelaskan bahwa alasan pengemudi angkutan umum menolak keberadaan Gojek di Bukittinggi adalah karena Gojek mempergunakan alat angkutan sepeda motor, sedangkang berdasarkan peraturan bahwa sepeda motor tidak termasuk ke dalam angkutan umum.

“Berdasarkan UU No. 22 tahun 2009 tentang Angkutan Jalan, dijelaskan bahwa sepeda motor tidak termasuk dalam angkutan umum. Oleh karena itu, kami meminta agar kantor Gojek di Bypass ditutup sehingga tidak ada lagi aktivitasnya di Kota Bukittinggi,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menambahkan bahwa telah terdapat sekitar 200 Gojek yang beroperasi di Bukittinggi. Dengan banyaknya transportasi online tersebut, para pengemudi angkutan umum dan pedesaan telah merasakan dampaknya, khususnya di bidang perekonomian.

“Di Kota Bukittinggi terdapat sekitar 536 unit angkutan kota dan 780 lebih angkutan pedesaan, dengan adanya Gojek maka kedepannya dipastikan akan mematikan angkutan umum dan pedesaan,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Koperasi Ikatan Angkutan Kekeluargaan Bermotor/IKABE, Ahmad, dalam hearing tersebut mengatakan bahwa adanya penolakan Gojek diakibatkan karena bebasnya transportasi online tersebut dalam beroperasi di Bukittinggi, sedangkan belum adanya peraturan yang mengatur pengoperasian transportasi tersebut.

“Memang angkutan umum akan kalah dalam hal pelayanan, karena Gojek memberikan servis kepada konsumen yaitu door to door. Berdasarkan tersebut diperkirakan angkutan umum dan pedesaan akan mati suri sehingga pendapatan berkurang drastis,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bukittinggi, Beny Yusrial, mengatakan bahwa pihaknya akan secepatnya melakukan pembicaraan dengan perwakilan Gojek. Selain itu, DPRD Bukittinggi siap menampung aspirasi para pengemudi angkutan umum dan akan menindaklanjutinya dengan Muspida.

“DPRD Bukittinggi telah menerima aspirasi dari seluruh pengemudi angkutan umum Bukittinggi yang selanjutnya juga akan dibicarakan secepatnya bersama Pemerintah Kota Bukittinggi. Selain itu, berdasarkan informasi yang diperoleh bahwa Gojek sudah memasukkan ijin ke Pemda namun belum diproses,” ujarnya.

Aksi yang berjalan damai tersebut mendapatkan pengamanan dari pihak Polres Bukittinggi, Dishub dan Satpol PP. (AD)

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
3,315PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

dirtyhunter.tube unique blonde woman in art erotica.